JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Kabar Baik, Pemkab Karanganyar Mulai Data Calon Penerima Bansos PPKM Darurat. Diperkirakan 700 Orang Penerimanya, Siap-Siap Ini Kriterianya!

Ilustrasi uang

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM – Pemkab melalui dinas terkait tengah mengintensifkan kroscek data calon penerima bansos tunai PPKM darurat. Sasaran penerimanya PKL terdampak aturan itu di wilayah Karanganyar kota.

Diperkirakan ada sekitar 700 calon penerima yang diproyeksikan akan mendapat bantuan itu. Namun kepastiannya masih menunggu hasil pendataan.

Kepala Dinas Perdagangan Tenaga Kerja Koperasi dan UKM Karanganyar, Martadi mengatakan saat ini timnya memang sedang menginventarisasi data penerima bansos tunai PPKM.

Data penerima awal Januari lalu itu akan dipakai lagi untuk menentukan calon penerima bansos tunai PPKM darurat.

“Jumlahnya bisa bertambah namun juga bisa berkurang. Diinventarisasi dulu data kemarin. Kan penerimanya itu-itu juga. PKL yang terhalang jualannya karena penutupan akses jalan di wilayah Karanganyar Kota seperti di Taman Pancasila, alun-alun kota dan seputaran Stadio 45,” paparnya kepada wartawan Senin (12/7/2021).

Selama melakukan inventarisasi, ia menunggu kejelasan sumber pembiayaan bansos. Sejauh ini, Bupati Karanganyar Juliyatmono masih menata potensial sumber dana dari APBD.

Baca Juga :  Wis Angel, 60 % Warga Sragen Tak Gubris SE Menteri Agama

Paling memungkinkan bersumber biaya tak terduga (BTT). Pada Januari lalu, Pemkab Karanganyar membayar bansos tunai kepada 626 PKL dengan nilai per penerima Rp 300 ribu.

“Sekarang nilainya berapa, belum tahu. Menunggu dhawuh beliau (Bupati Juliyatmono). Disiapkan dulu datanya, jika sewaktu-waktu sudah ada sumber dana. Semoga enggak membeludak calon penerimanya. Perkiraan sampai 700 penerima,” katanya.

Ia menyadari jumlah PKL di Karanganyar lebih banyak dari sasaran bansos. Mereka berdagang mulai dari Palur sampai Tawangmangu, Colomadu sampai Jatipuro.

Menurutnya, kemampuan APBD tidak sanggup menyuplai semua kebutuhan PKL dari segala penjuru wilayah Karanganyar.

“Tidak diperuntukkan seluruhnya. Bansosnya terbatas di wilayah Karanganyar kota saja,” jelasnya.

Selain menginventarisasi data, dinas terkait merancang mekanisme pemberian bantuan tunai yang hanya diperuntukkan secara terbatas dan penerima wajib ber-KTP Karanganyar.

Baca Juga :  Anggota DPRD Sragen Prihatin Banyak Warga Isoman Makin Pusing Dikejar-Kejar Cicilan dan Tagihan. Pemerintah Diminta Pikirkan Kebijakan Bantu Masyarakat!

“Apakah akan diberikan uang tunai langsung diambil atau lewat rekening. Tinggal bagaimana nanti amannya. Lagipula kami belum mengumpulkan ketua paguyuban PKL. Tidak pantas kalau sumber dananya belum ada, sudah memberi sosialisasi tentang bansos. Malah jadi ramai nanti,” pungkasnya. Wardoyo