JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Solo

Kemenag Solo Imbau Warga Salat Idul Adha di Rumah, Bagaimana denga Penyembelihan Hewan Kurban?

Tim gabungan dari Polsek Laweyan, Koramil Laweyan, dan Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan (DPKPP) mengecek kondisi hewan kurban. Bertempat di wilayah Kelurahan Pajang, Selasa (28/07/20). JSNews/Prabowo


Institut Sains Teknologi Kra
Institut Sains Teknologi Kra
Institut Sains Teknologi Kra

SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM — Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Solo menghimbau agar masyarakat untuk melaksanakan salat Idul Adha di rumah masing-masing.

Ini sebagai upaya untuk mencegah adanya kerumunan dan menekan penyebaran Covid-19.

“Kita menghimbau agar masyarakat menjalankan salat di rumah masing-masing. Himbauan ini sesuai SE Mendagri, SE Wali Kota termasuk SE Menag,” ujar Kepala Kantor Kemenag Solo, Hidayat Maskur, Senin (12/7/2021).

Hidayat mengatakan, dalam kasus Covid-19 Kota Solo masuk level 4. Sehingga dengan demikian masyarakat melaksanakan Salat Idul Adha di rumah tanpa jamaah yang menimbulkan kerumunan.

“Memang kita menggunakan aturan baru bukan zona tapi level 1, 2, 3, dan 4. Sementara Solo masuk level 4 maka kita tetap salat di rumah,” sambungnya.

Untuk penyembelihan hewan kurban, sesuai SE Menag bisa dilakukan di rumah pemotongan hewan (RPH).

Kalau di RPH tidak memungkinkan bisa dipotong di rumah masing-masing tapi dengan protokol kesehatan yang ketat.

Baca Juga :  Pemilik Danar Hadi, Santosa Doellah Meninggal Dunia Usai Berjuang Melawan Covid-19

“Kami menghimbau saat sosialisasi kemarin sedapat mungkin bisa lebih efektif dilakukan per RT atau per dasa wisma. Jadi nanti tidak berkerumun di dalam satu masjid yang besar, Insya Allah semuanya sudah tau,” papar dia.

Dia menilai, justru malah di rumah masing-masing lebih aman. Kalau ada rumah besar yang memang bisa untuk memotong mending di rumah saja.

“Jadi tidak di tempat terbuka yang nanti menimbulkan kerumunan. Kalau di lapangan itu kemungkinan orang melihat dan berkerumun, kalau di rumah kan tidak,” ungkapnya.

Hidayat juga meminta untuk penyembelihan kalau bisa jangan pas 10 dzulhijah. Tapi bisa dilakukan pada 11, 12, dan dzulhijah.

“Kalau penyembelihan pas 10 dzulhijah akan terjadi kerumunan. Maka dimungkinkan bisa masuk hari efektif pada 11, 12, dan 13 dzulhijah,” sambungnya.

Hidayat menambahkan, menghimbau kepada masyarakat untuk bersama-sama berdoa.

Baca Juga :  BREAKING NEWS: Lukas Jayadi, Koboy Penembak Mobil Alphard Divonis 10 Tahun Penjara

“Ikhtiar kita sudah banyak, kita sudah melakukan PPKM Darurat bagian dari usaha, pakai masker sudah, jaga jarak sudah, menghindari kerumunan sudah. Kami menghimbau mari berdoa, semakin banyak orang berdoa dari rumah masing-masing, insya Allah pandemi ini segera berakhir,” tandas dia. Prabowo