JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Kisah Pilu Perjuangan Ibu Muda asal Sragen Bertaruh Nyawa Jalani Persalinan Dalam Kondisi Positif Covid-19. Bayinya Selamat, Sang Ibu Meninggal Tanpa Sempat Melihat Sang Buah Hati

Kenangan almarhumah Rini semasa hidupnya (kiri) dan bayi mungilnya yang dilahirkan dengan selamat meski sang ibu harus mengembuskan nafas terakhirnya Rabu (21/7/2021) malam. Foto kolase/ Wardoyo


SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Sebuah insiden tragis menimpa Rini Anggraeni (23). Ibu muda nan cantik yang tinggal bersama suami di Seloromo, Jenawi, Karanganyar itu meninggal secara dramatis usai melahirkan sang buah hati.

Tragisnya, Rini yang lahir di Dukuh Pucang RT 21, Desa Bedoro, Sambungmacan, Sragen itu mengembuskan nafas terakhir dengan kondisi terkonfirmasi positif Covid-19.

Mirisnya lagi, wanita cantik itu menutup mata selamanya sebelum sempat melihat wajah bayi mungilnya karena harus menjalani isolasi.

Bayi berjenis kelamin perempuan itu kini harus lahir dalam status piatu dan diasuh oleh ayahnya.

Data yang dihimpun JOGLOSEMARNEWS.COM , kisah haru itu bermula ketika almarhumah hamil anak kedua dari pernikahannya bersama Sodiq.

Dari awal kehamilan, semua terbilang lancar. Namun menjelang persalinan, si jahat virus Covid-19 mendadak bersarang di tubuh ibu muda kelahiran 17 Maret 1998 silam itu.

Virus itu merusak kebahagiaan dengan muncul melalui gejala batuk pilek hingga menyerang fungsi pernafasan.

Meski begitu, dalam kondisi positif dan mengalami gejala, almarhumah tetap berjuang untuk melakukan persalinan di RS PKU Muhammadiyah Karanganyar.

Dengan sekuat tenaga yang tersisa, almarhumah melewati masa persalinan dengan dramatis. Sang bayi lahir dengan selamat tak kurang satu apapun sekira enam hari lalu.

Baca Juga :  Penasaran, Ini Bocoran 8 Kades di Sragen yang Dapat Surat Cinta dari Bupati. Salah Satunya Baru Saja Maki-Maki Pemerintah dan Ngamuk di Hajatan!

Namun pasca persalinan, kondisi almarhumah mengalami perburukan. Hingga akhirnya, takdir pun berkata lain dan Rini harus berpulang menghadapi sang pencipta Rabu (21/7/2021) malam sekira pukul 23.50 WIB.

“Almarhumah itu awalnya memang warga kami yang tinggal di Dukuh Pucang, Bedoro. Setelah menikah dan hamil, kemarin menjelang persalinan baru pindah ikut suami di Seloromo Jenawi, Karanganyar. Persalinan di RS PKU Muhammadiyah Karanganyar berhasil, bayinya lahir selamat. Tapi ibunya kondisinya positif dan terpaksa harus mendapat perawatan intensif di isolasi. Sebelum kemudian meninggal dunia tadi malam,” papar Kades Bedoro, Pri Hartono dikonfirmasi JOGLOSEMARNEWS.COM , Kamis (22/7/2021).

Jenazah almarhumah kemudian dibawa ke tanah kelahirannya untuk dimakamkan sesuai wasiat terakhirnya sebelum meninggal.

Warga Terharu 

Kades Pri Hartono menyampaikan jenazah almarhumah tiba di Bedoro tadi pagi dan langsung dimakamkan secara protokol Covid-19.

Pemakaman selesai sekitar pukul 10.00 WIB diiringi linangan air mata. Tak hanya orangtua dan kerabat, warga sekitar yang mendengar kisah tragis almarhum turut merasakan duka mendalam dan kepergian Rini dengan air mata pula.

“Banyak yang terharu. Warga dan tetangga juga mengenang sosok almarhumah sebagai orang baik. Sehingga pada ikut berduka,” jelas Kades.

Baca Juga :  Mendadak Viral, Status WA Bidan Desa di Karanganyar Unggah Foto Bayi Cantik Jadi Saksi Kejahatan Covid-19. Langsung Banjir Empati, Ada Doa Semoga Bisa Kumpul di Surga

Ditambahkan, sebenarnya almarhumah tidak ada riwayat penyakit penyerta. Hanya saja, sebelumnya menjelang persalinan sempat mengalami batuk pilek dan sebagainya.

Setelah diswab ternyata positif terkonfirmasi Covid-19. Pasca persalinan, saturasi oksigen menurun terus. Sebelum kemudian enam hari setelah dirawat intensif di ruang isolasi, Rini gagal bertahan.

“Sebetulnya sudah pulang dua tiga hari dan langsung kambuh sesak dan dibawa ke rumah sakit sampai meninggal tadi malam itu. Pulangnya ke tempat suami tapi makamnya di wasiat di tanah kelahiran,” jelas Pri Hartono.

Untuk sementara, bayi mungil itu diasuh oleh bapaknya. (Wardoyo)