JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Makin Waspada!. Tercatat Sudah 38 Wartawan di Jatim Meninggal Dunia karena Covid-19. Berikut Daftarnya!

Ilustrasi pemakaman protokol covid-19. Foto/PMI Sragen

 

JATIM, JOGLOSEMARNEWS.COM —Profesi wartawan juga sanget rentan untuk terpapar Covid-19. Apalagi, profesi wartawan juga berada di garda depan unyuk melaporkan kejadian-kejadian terkait covid-19. Tidak sedikit wartawan yang terpapar covid-19 bahkan hingga banyak di antara mereka yang meninggal dunia.

Di Jawa Timur, sedikitnya tercatat ada 33 wartawan yang meninggal dunia akibat Covid-19 ini. Mereka adalah wartawan yang masih aktif di lapangan maupun yang sudah tidak aktif. Jumlah ini akan terus bertambah, mengingat masih ada wartawan di daerah yang belum terlaporkan.

Adapun wartawan yang sembuh dari Covid-19 tercatat ada 15 orang. Jumlah inipun akan bertambah karena belum semua wartawan yang isolasi atau dirawat melaporkan.

Sejak Covid-19 menjadi pandemi di Indonesia pada Maret 2020 lalu sudah ada wartawan yang menjadi korban. Bahkan pada Sabtu, 17 Juli 2021 ada dua wartawan yang meninggal yakni Zed Abidin (mantan wartawan Surabaya Post dan majalah Tempo) dan Arif Noviantadi (mantan Jawa Pos).

Pencatatan para wartawan yang meninggal itu dilakukan oleh rekan-rekan wartawan di Jatim melalui laporan di grup Whats Apps. Di grup wartawan tersebut selalu saja muncul kabar lelayu meninggalnya para wartawan, baik yang masih aktif maupun tidak.

Karena tidak ada yang mencatat wartawan yang meninggal, anggota grup ini kemudian bersama-sama melakukan pengumpulan data.

Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jatim, Ainur juga terkejut dengan jumlah yang tercatat terebut lantaran mencapai 38 orang. Dia berharap keluarga para wartawan Jatim yang meninggal akibat Covid itu diberi kekuatan dan kesabaran oleh Allah. “Sedang untuk rekan-rekan yang meninggal mudah-mudahan meninggal dalam keadaan husnul khotimah”.

Baca Juga :  MUI Sayangkan Tindakan Arogansi Aparat Saat Penertiban PPKM Darurat

Sementara itu, Sekretaris PWI Jatim, Eko Pamuji menyebut dari jumlah itu terdiri dari wartawan yang masih aktif di lapangan maupun tidak aktif lagi di lapangan.

Mengingat rentannya profesi wartawan akan terjadinya penularan Covid-19, maka Eko Pamuji berharap wartawan yang bertugas benar-benar meningkatkan kewaspadaan. “Saat ini yang paling penting adalah menjaga kesehatan diri sendiri. Disiplin mengenakan prokes adalah sebuah keharusan. Tidak bisa ditawar,” katanya.

Ditambahkannya, jika diri sendiri sudah terlindungi, maka orang lain juga otomatis terlindungi. Jadi memngenaka prokes ketat itu untuk melindungi semua. Teman-teman wartawan dalam menjalankan tugasnya juga demikian. Mereka berada di garda depan produksi informasi. Sekarang banyak peralatan yang memungkinkan mendapatkan informasi tidak melalui tatap muka. “Alat-alat digital itu sebaiknya digunakan untuk menggali informasi.”

Ainur menambahkan, di masa pandemi Covid-19 seperti sekarang,  wartawan dalam menjalankan tugasnya memang harus disiplin menerapkan 5M, yaitu menjaga jarak, mencuci tangan, memakai masker, mengurangi mobilitas dan menghindari kerumunan.

“Banyaknya rekan yang wafat adalah realitas bahwa Covid-19 sangat berbahaya dan bisa mengancam jiwa  siapa pun. Tapi saya juga berharap wartawan dan media massa terus bekerja all out memberikan informasi yang sehat dan mencerahkan tentang  Covid-19 dan implikasinya kepada publik, kendati kesehatan wartawan itu sendiri dalam posisi rentan terpapar,” kata Ainur Rohim.

Baca Juga :  PT Harsen Minta Maaf dan Akui Ivermectin Obat Cacing Bukan Obat Covid-19

 

Berikut ini 38 wartawan Jatim yang meninggal dunia:

  1. Abdurrahman Ubaida (Lumajang)
  2. Abu Bakar Yarbo (Sidoarjo),
  3. Yuyung Abdi (Surabaya),
  4. Bondet Harjito (Sidoarjo),
  5. Peter A Rohi (Surabaya),
  6. Japrak (Surabaya),
  7. Budi Sugiarto (Surabaya),
  8. Hansen atau Hasan Sentot (Surabaya),
  9. Enggar Sih Marwati (Surabaya),
  10. Zed Abidin (Mojokerto),
  11. Arif Novantadi (Surabaya),
  12. Jamhari (Banyuwangi), Yunanto (Malang), Roy Mastur (Malang),
  13. Yoni Iskandar (Sidoarjo),
  14. Denny Abusaid (Sumenep),
  15. Komari (Lamongan),
  16. Joko Suud Sukahar (Surabaya),
  17. Syaiful Bahri (Pamekasan),
  18. Fury Afrianto (Surabaya),
  19. Ario Tumoro (Surabaya,
  20. Herry Subagyo (Surabaya),
  21. Totok (Surabaya),
  22. Puguh (Surabaya),
  23. Lis (Surabaya),
  24. Rudy Erwanto (Lamongan),
  25. Hari Triono ( Surabaya),
  26. Bakhtiyar Utomo (Surabaya),
  27. Diece (Surabaya),
  28. Sulistiawan (Pasuruan),
  29. Suwondo (Bojonegoro),
  30. Bambang PS (Surabaya),
  31. Dicky Subagyo (Surabaya),
  32. Bambang (Pamekasan)
  33. Herman Basuki (Sumenep).
  34. Lima lainnya belum berhasil didata

 

(ASA)