JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Penasaran, Ini Bocoran 8 Kades di Sragen yang Dapat Surat Cinta dari Bupati. Salah Satunya Baru Saja Maki-Maki Pemerintah dan Ngamuk di Hajatan!

Bupati Kusdinar Untung Yuni Sukowati. Foto/Wardoyo


SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Pernyataan Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati yang memberi surat cinta (surat teguran) kepada 8 kepala desa (Kades) yang serapan anggaran Covid-19 desanya masih perawan alias belum tersentuh, mendadak ramai jadi perbincangan.

Desas-desus siapa delapan kades itu itu pun kini ramai dipertanyakan. Meski tak menyebut secara total, ada beberapa desa yang sempat dibuka identitasnya.

Data yang dihimpun JOGLOSEMARNEWS.COM , salah satu desa yang masuk daftar penerima surat cinta bupati adalah Desa Jenar di Kecamatan Jenar.

Desa yang dipimpin Kades Samto itu masuk daftar desa dengan serapan anggaran penanganan Covid-19 masih nol. Samto barusaja membuat geger dengan membuat baliho kontroversial memprotes kebijakan PPKM dan memaki-maki pemerintah serta pejabat.

Advertisement

Ia juga nekat ngamuk di hajatan warganya yang dibubarkan paksa oleh Satgas.

Usut punya usut, penolakan Samto berbanding lurus dengan kinerja penyerapan anggaran penanganan Covid-19 di desanya yang ternyata memang masih kosong alias tanpa pergerakan.

Baca Juga :  Siap-Siap, Perubahan SOTK Sragen Segera Berlaku. Dinkop UMKM dan Jabatan Kabid Hilang, Jabatan Fungsional Diperbanyak

“Seperti Pengkok, Jenar dan lainnya.
Sebenarnya sudah ada yang membelanjakan Rp 3 juta, Rp 5 juta. Memang persentasenya baru sekitar 5 persen. Seperti Gondang juga sudah,” papar Kepala Dinas PMD Sragen, Joko Suratno kepada wartawan ditemui di Pemkab Sragen, Selasa (26/7/2021).

Joko memastikan delapan desa itu sudah langsung melakukan pergerakan penyerapan anggaran setelah menyampaikan teguran.

Ia menyebut di Kalijambe juga ada, Jenar juga ada. Menurutnya adanya evaluasi serapan anggaran penanganan Covid-19 dan teguran dari Bupati, desa-desa sudah ada percepatan penyerapan anggaran.

Apa alasan Kades yang masih nol persen penyerapan? Joko menyebut alasan yang mengemuka bahwa tidak optimal.

Mereka rata-rata sudah melaksanakan, akan tetapi pembayaran atau pencairan anggaran ke pihak ketika yang tak segera diselesaikan.

“Akhirnya nggantung. Contoh Pemkab mau perluasan Technopark kemarin saat itu juga dilaksanakan. Pelaksanaan dulu, baru administrasi dilakukan. Karena baru selesai dulu baru dibuatkan surat tagihan baru dibayarkan,” terangnya.

Baca Juga :  Warga Sragen, Siap-Siap Mulai Hari Ini Operasi Patuh Candi dari Polres Dimulai. Ini Poin-Poin Penekanannya!

Ia menegaskan secara kegiatan, para Kades beralasan sebenarnya untuk kegiatan sudah melaksanakan semua.

“Tinggal administrasi membayarnya itu saja. Kebanyakan ya terjadi kemarin ini, sekitar 4 minggu terakhir ini,” imbuhnya.

Serapan Nol Persen

Sebelumnya, Bupati mempertanyakan kinerja 8 kepala desa (Kades) selama semester pertama tahun 2021 dalam penanganan covid-19.

Pasalnya hingga separuh jalan di tahun 2021, penyerapan anggaran penanganan covid-19 di 8 desa itu masih nihil alias nol persen.

Bupati pun mencurigai bagaimana kinerja 8 Kades itu karena selama hampir 6 bulan tanpa ada penyerapan anggaran di tengah lonjakan kasus Covid-19 di Bumi Sukowati.

“Nah ini yang perlu ditanyakan kok bisa nol persen. Berarti dari kemarin mereka itu kerjanya apa,” papar Bupati kepada JOGLOSEMARNEWS.COM saat ditemui di Pemkab Sragen, kemarin.

Halaman:  
« 1 2 Selanjutnya › » Semua