JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Sindir Meninggalnya Tim SAR Akibat Covid-19 Hanya Settingan, Netizen Asal Karanganyar Ditangkap Aparat Polsek dan Diajak Menyaksikan Proses Pemakaman

Ilustrasi / pixabay


Institut Sains Teknologi Kra
Institut Sains Teknologi Kra
Institut Sains Teknologi Kra

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM Di saat kasus Covid-19 sedang parah-parahnya, hingga PPKM Darurat diberlakukan, masih saja ada oknum yang menganggap Covid hanyalah konspirasi dan settingan belaka.

Wildan Mustofa, melalui akun Facebook-nya mengomentari sebuah postingan mengenai relawan SAR yang meninggal akibat Covid-19.

Postingan dengan keterangan “berduka, relawan terbaik kita telah meninggalkan kita untuk selama2, semoga damai di surga kawan” justru mendapat komentar tak pantas dari seorang netizen asal Kerjo, Karanganyar, Wildan Mustofa.

Wildan menganggap kabar duka itu hanyalah settingan atau dibuat-buat. Demikian isi komentar itu: “Setingan yang bagus” dan “Selamat kalian semua kena prank”

Ia sebenarnya sudah diperingatkan oleh pengguna Facebook lain kalau nanti bisa saja tertangkap, namun tidak digubris.

Baca Juga :  Lalu Lintas Kendaraan Meningkat, Sejumlah Jalur di Karanganyar Ditutup Lagi 24 Jam Mulai Hari Ini

Karena komentar tersebut, Wildan (19) akhirnya ditangkap dan dibawa ke Polsek Kerjo untuk mempertanggungjawabkan tindakannya pada Senin (12/7/2021).

Dikutip dari tribunnews.com, menurut Komandan Markas SAR Karanganyar, Arief Sukro Yulianto, pihaknya hanya memberikan tindakan persuasif dan belum membawa pelaku ke ranah pidana.

“Kami masih edukasi pelaku agar tidak mengulangi kejadian serupa,” katanya pada Selasa (13/7/2021).

Tidak berhenti di situ, pemuda berusia 19 tahun ini juga diajak relawan untuk mengikuti proses pemakaman jenazah.

Hal itu bertujuan agar Wildan mengetahui seperti apa kegiatan relawan dan tidak hanya berkomentar terus.

“Supaya dia tahu kegiatan kami secara langsung, tidak hanya sekadar komentar di Facebook saja,” terangnya. Elysa Indriyani