JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Situasi Sragen Makin Gawat, Korban Covid-19 Terus Berjatuhan Sehari 20 Meninggal. DPRD Sebut Banyak Pasien Tak Tertolong Gegara Oksigen Kosong, Pagi Mengeluh Malam Meninggal

Ilustrasi deretan jenazah Covid-19 di kamar jenazah. Foto/Istimewa

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – DPRD Sragen mendesak Pemkab dan instansi terkait segera bergerak melakukan penanganan.

Ini menyusul tren lonjakan kematian pasien Covid-19 dan situasi penanganan yang semakin kewalahan.

Kelangkaan oksigen medis dan keterbatasan kamar perawatan ICU, menjadi salah satu faktor yang memperburuk kondisi sehingga membuat banyak pasien tak tertolong.

Ketua Komisi IV DPRD Sragen, Sugiyamto menyebut saat ini kondisi Sragen sudah semakin gawat. Hampir tiap hari, ia mendapat keluhan warga yang mengalami sesak nafas kritis dan gagal terselamatkan akibat tidak tertampung di rumah sakit akibat terbatasnya jumlah kamar.

“Tiap hari kami disambati orang sakit dengan keluhan yang sama. Sesak yang sudah parah, kami bawa ke rumah sakit semua RS penuh. Oksigen juga habis. Kemarin kita bantu empat warga kita bawa ke beberapa rumah sakit, semua sudah penuh, akhirnya dapatnya di Solo. Kondisinya sudah memprihatinkan,” paparnya kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , Senin (12/7/2021).

Legislator asal Masaran itu menyampaikan mayoritas pasien itu mengeluh saat kondisinya sudah agak parah. Yang lebih miris, ia menyampaikan dari beberapa kasus, sebagian di antara mereka rata-rata pagi mengeluh sakit, malam harinya meninggal akibat tidak tertolong.

Baca Juga :  Main Rampas Motor Nasabah di Jalan, 2 Debt Collector Asal Sragen Ditangkap Polisi dan Dijebloskan Penjara Karanganyar. Mengaku Dibayar Rp 1,2 Juta Sekali Tarik

“Hari ini saja, di grup WA saya khusus di Masaran ada 6 kabar lelayu meninggal semuanya terpapar Covid-19. Kalau kayak gini terus tidak segera ada tindakan, mau sampai berapa banyak dan sampai kapan korban meninggal berjatuhan karena keterbatasan penanganan,” ujarnya.

Atas kondisi itu, ia mendesak Pemkab segera memperjuangkan mencari stok oksigen. Semua rumah sakit rujukan dan semua Puskesmas harus diberikan stok oksigen yang cukup.

Sehingga masyarakat yang membutuhkan dan mendesak, bisa segera tertolong. Sebab saat ini mayoritas yang sakit keluhannya sesak nafas dan membutuhkan bantuan oksigen segera.

“Kalau tidak ada oksigen beberapa jam pasti meninggal. Pihak RSUD Sragen mengatakan pasien yang dirujuk sudah dalam kondisi buruk. Tapi sesungguhnya mereka yang dibawa ke RSUD memang benar sudah dalam kondisi buruk. Sehingga ini harus jadi PR bersama supaya kerja cepat bagaimana mencari stok oksigen di semua faskes. Kedua segera tambah ruangan di rumah sakit agar bisa menampung pasien Covid-19,” tandasnya.

Senada, anggota DPRD Sragen lainnya, Bambang Widjo Purwanto juga mendesak Pemkab dan RSUD segera melakukan penambahan kamar dan pemenuhan oksigen.

Rumah sakit juga diharapkan bisa cermat melakukan triase atau seleksi terhadap pasien yang masuk dengan gejala Covid-19.

Baca Juga :  Kemenag Sragen Umumkan Panduan Penyembelihan Hewan Kurban 1442 H. Tidak Boleh di Masjid dan Dilarang pada Hari H, Ini Lengkapnya!

Sehingga bisa diputuskan mana pasien yang dapat aman menunggu dan mana yang kondisinya parah dan harus segera tertangani. Dengan begitu, kematian pasien karena antri ICU tidak semakin banyak.

“Laporan yang kami terima, sampai jam 15.20 WIB tadi sore, yang meninggal Covid-19 di Sragen sudah 20 orang. Yang 16 pasien ada di RSUD dr Soehadi Prijonegoro Sragen,” tandasnya.

Meski demikian, Bambang mengapresiasi perjuangan para nakes dan semua pihak yang tanpa lelah berjuang memberikan penanganan kepada pasien Covid-19. Wardoyo