JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Wonogiri

Tobat, Seorang Pemuda Ngadirojo Wonogiri Positif COVID-19 Saat Dites Ketika Nongkrong Bersama Temannya, Selain itu Masih Saja Ditemui Pedagang Ngeyel Akhirnya Barang Diangkut Satpol PP

Foto ilustrasi. Kepala Satpol-PP Wonogiri, Waluyo (tengah) saat operasi malam PPKM Darurat. Dok. Satpol PP Wonogiri


Institut Sains Teknologi Kra
Institut Sains Teknologi Kra
Institut Sains Teknologi Kra

WONOGIRI, JOGLOSEMARNEWS.COM — Pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat sudah berjalan lebih dari satu pekan. Sayangnya masih saja dijumpai warga yang berkerumun maupun sejumlah pedagang yang ngeyel melayani pembeli makan di tempat.

Ironisnya, saat dilakukan rapid test antigen acak ditemukan satu pemuda yang tengah nongkrong bersama temannya positif terpapar virus Corona.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Wonogiri Waluyo mengatakan, tim gabungan bersama Dinas Kesehatan (Dinkes) Wonogiri melakukan rapid test antigen acak yang ditujukan kepada masyarakat. Hasilnya, ditemukan satu warga yang positif COVID-19 lewat tes cepat yang dilakukan pada Jumat (9/7) malam. Warga tersebut adalah pemuda berumur 22, warga Desa Gedong, Kecamatan Ngadirojo, Wonogiri

Waluyo menjelaskan, dia ditemukan sedang asyik tongkrongan bersama empat orang temannya. Lima orang itu tidak sedang menikmati jajanan di warung, namun hanya duduk di trotoar menggelar tikar di kawasan Wonogiri Kota.

“Kita lakukan rapid test antigen kepada lima orang itu. Ternyata yang satu positif,” kata Waluyo, Senin (12/7/2021).

Atas hasil tes itu, pemuda yang kedapatan positif langsung diminta untuk pulang ke rumah dan menjalani isolasi mandiri. Dia juga akan dipantau lewat puskesmas setempat selama menjalani isolasi mandiri.

Baca Juga :  Detik-detik Menegangkan Melepaskan Cincin yang Sesak dari Jari Gadis Manis Asal Kajen Giripurwo Wonogiri, Petugas Damkar Sampai Turun Tangan

“Selain itu di Krisak (Kecamatan Selogiri) juga ada tes yang sama, tapi negatif semua. Total yang dites saat itu ada belasan,” beber dia.

Sementara sejak PPKM darurat digelar pada 3 Juli lalu hingga Minggu (11/7) malam secara umum tingkat ketaatan masyarakat khususnya para pedagang maupun pengelola warung makan, cafe dan sejenisnya cukup baik. Meski begitu, masih ada pedagang yang melayani customer makan di tempat.

“Ada beberapa yang ngeyel. Yang penting kita sudah lakukan langkah-langkah yang dibutuhkan. Tidak ada kalau kasus yang menonjol,” beber Waluyo.

Pihaknya bersama tim gabungan yang terdiri dari TNI/Polri dan instansi lainnya yang tergabung dalam Satgas Penanganan COVID-19 Wonogiri memang setiap malam menggelar operasi selama PPKM darurat. Menurut Waluyo, sejumlah pedagang yang melanggar dikarenakan belum mengetahui aturan secara mendetail. Karena itulah setiap kali operasi turut dilakukan pemberian edukasi kepada para pedagang ataupun pengelola warung.

Selain itu, juga masih ditemukan pedagang yang ngeyel melayani pembeli yang makan di tempat. Padahal mereka sebelumnya sudah diberikan penjelasan dan juga peringatan saat masih melanggar. Karena itu tindakan pengangkutan bangku atau tikar dilakukan.

Baca Juga :  Agus Trisilo, Perawat RSUD Wonogiri Meninggal Gegara COVID-19, PPNI Sebut Sudah Ada 2 Agus yang Gugur

“Itu tindakan yang dilakukan kalau masih ngeyel, sudah kami beri sosialisasi, dan sudah pernah dapat SP (surat peringatan) masih ngeyel terpaksa kami lakukan tindakan itu. Barangnya diambil di kantor kami dengan surat sepengetahuan kepala desanya,” kata Waluyo.

Selama ini ada puluhan pengelola warung makan yang dapat SP. Setiap hari ada dua sampai tiga SP yang dikeluarkan. Waluyo pun meminta masyarakat untuk bisa mematuhi aturan yang ada. Pihaknya tak melarang warga untuk berjualan maupun jajan. Hanya saja, makanan atau minuman dibungkus dan dinikmati di rumah. Aris