JOGLOSEMARNEWS.COM Edukasi Kesehatan

Trauma Mendengar Bunyi Sirine? Berarti Anda Menderita Fonofobia

Foto Ilustrasi. Ambulans mengantar pasien positif covid-19 ke Technopark Sragen. Foto/Wardoyo

SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM — Akhir-akhir ini kita disuguhi ambulans yang lalu-lalang di jalanan dengan suara sirene. Hampir beberapa menit sekali, ambulans bersirene itu berseliweran baik mengangkut pasien maupun jenazah.

Saking seringnya kita mendengar suara sirene ambulans membuat hal itu menjadi biasa. Namun suara bising sirine kadang membuat sebagian orang merasa terganggu. Terlebih lagi orang tersebut punya riwayat trauma berat terhadap bunyi bising itu.

Bunyi sirene yang dihasilkan pun bisa berasal dari mana saja, bisa dari bunyi sirine ambulans ataupun bunyi sirine mobil patroli polisi. Jika memang orang yang mengalami trauma berat terhadap bunyi bising sirine itu merasa cemas dan stres, maka bisa jadi orang tersebut mengalami gejala fonofobia.

Baca Juga :  Apa Makna CT Value dalam Tes PCR Covid-19? Berikut Penjelasannya

Dikutip dari Tempo.co, fonofobia bisa disebabkan karena faktor genetik seperti ada riwayat keluarga yang sama-sama menderita gejala ini dan bisa juga disebabkan karena faktor eksternal seperti trauma di masa kanak-kanak dengan jangka waktu yang panjang atau ada insiden yang menyebabkan trauma mendadak.

Gejala fonofobia akibat trauma mendengar bunyi sirine bisa terjadi pada siapa saja, termasuk anak-anak, remaja, dewasa, bahkan orang tua sekalipun. Gejala ini bisa mengganggu siapa saja yang menderitanya. Mereka yang menderita gejala ini bisa mengalami pusing, mual, nyeri dada, bahkan kasus yang lebih parah adalah korban akan mengalami sesak napas.(ASA)

Baca Juga :  Deretan Makanan ini Bisa Bantu Turunkan Kolesterol