JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Boyolali

Waspada Lur, Dalam Dua Minggu 40 Orang Warga di Boyolali Meninggal Saat Isoman

Ilustrasi. Pemakaman pasien Covid-19 di Boyolali / Foto: Waskita


Institut Sains Teknologi Kra
Institut Sains Teknologi Kra
Institut Sains Teknologi Kra

BOYOLALI, JOGLOSEMARNEWS.COM Kasus kematian pasien saat isolasi mandiri (isoman) di rumah di wilayah Kabupaten Boyolali ternyata tinggi. Dalam dua minggu bulan ini, terjadi 40 kasus.

“Bulan lalu belum ada. Namun sampai tanggal 15 bulan ini sudah ada 40 kasus dan itu positif Covid-19 semua,” kata Kabid Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Boyolali, Kurniawan Fajar Prasetyo pada Rabu (14/7/2021).

Dijelaskan, ada dua skema pemakaman yang dilakukan. Pertama bagi jenazah pasien Covid-19 yang meninggal saat menjalani perawatan di rumah sakit rujukan.

Skema kedua pemulasaran jenazah yang meninggal saat menjalani isolasi mandiri di rumah, atau meninggal di kantor, di jalan dan lainnya.

Protap yang diterapkan tim pemulasaran jenazah juga dilakukan secara ketat. Begitu ada laporan orang yang meninggal di rumah, jalan ataupun kantor, maka jenazah langsung dijemput dengan ambulan.

“Petugas juga mengenakan baju hazmat atau APD lengkap untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya paparan.”

Baca Juga :  Lebih dari 25 Persen Nakes di Boyolali Terpapar Covid-19, Tiga Meninggal

Jenazah lantas dibawa ke RS rujukan untuk dilakukan swab antigen pada jenazah. Kalau hasil swab positif, langsung dilakukan pemulasaran sesuai protap Covid-19. Semua biaya pemakaman ditanggung pemerintah.

“Namun, jika hasilnya negatif, kami hubungi keluarga dan diserahkan kembali untuk dimakamkan keluarga. Dengan catatan tetap tidak boleh ada kerumunan.”

Terkait faktor banyaknya kasus meninggal di rumah, dia menyebut sejumlah faktor.

Misal, isoman yang tidak terkena tracing kemudian meninggal dunia. Ada juga orang yang tidak memiliki sejarah terkena Covid-19 meninggal dunia.

“Namun, setelah dilakukan swab di RS rujukan hasilnya terkonfirmasi positif.”

Untuk itu, pihaknya mengingatkan agar Jogo tonggo diperketat dan saling mengingatkan. Jika warga merasa sakit khususnya tidak bisa membau atau muncul gejala flu, batuk dan demam segera lapor.

“Kami siap menjemput, jika gejala berat dirawat dulu di RS rujukan, jika ringan bisa isoman,” katanya.

Baca Juga :  Harga Jatuh, Petani Tembakau di Boyolali Merugi

Sampai saat ini,  angka pemakaman di Boyolali masih berkisar diangka 27 -30 kasus/ hari. Disisi lain, angka kesembuhan juga terus membaik. Namun, masih muncul kepanikan masyarakat terhadap Covid-19.

“Sehingga kami menekankan pada edukasi dan pendekatan dari hati ke hati pada masyarakat,” pungkasnya. Waskita