JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Dapat Ampunan Polisi, 12 Pendekar IKSPI Sragen Tersangka Konvoi Akhirnya Terbebas dari Hukuman Penjara. Tapi Wajib Lapor 3 Bulan

Kasat Reskrim AKP Guruh Bagus Eddy Suryana saat memimpin penyerahan 12 pendekar IKSPI pelaku konvoi pelanggaran PPKM di Mapolres Sragen, Senin (29/8/2021). Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Kasus konvoi para pendekar perguruan silat IKSPI di Tanon yang digelar seusai pengesahan pada 10 Juli 2021 malam lalu, berakhir antiklimaks.

Sebanyak 12 pendekar yang ditetapkan sebagai tersangka akhirnya dilepaskan dengan penyelesaian secara diversi.

Status mereka yang masih pelajar, usia di bawah umur dan ancaman pidana di bawah 7 tahun menjadi alasan kepolisian untuk memutuskan menerapkan restoratif justice.

Kapolres Sragen, AKBP Yuswanto Ardi melalui Kasat Reskrim AKP Guruh Bagus Eddy Suryana mengatakan 12 tersangka anak itu hari ini diserahkan ke Balai Pemasyarakatan (Bapas) Solo dan orangtua mereka.

Baca Juga :  Kasus Tewasnya Warga PSHT, Sempat Beredar Kabar Korban Pembacokan, Polisi Tegaskan Tabrak Lari

Penyerahan dilakukan di Mapolres dengan menghadirkan keduabelas tersangka didampingi orangtua masing-masing.

“Hari ini kita dari kepolisian menyerahkan ke-12 anak ke Bapas untuk dilakukan penyelidikan dan dikembalikan ke orangtuanya. Karena dari 12 anak itu melanggar yang kami duga terkait tindak pidana UU wabah penyakit,” papar Kasat di hadapan wartawan.

Penyerahan ditandai dengan penyerahan berkas diversi dari Polres ke Bapas. Kasat menguraikan 12 anak itu sempat diproses dan ditetapkan sebagai tersangka karena melakukan konvoi saat masa PPKM, Sabtu (10/7/2021) malam.

Baca Juga :  Breaking News, Kecelakaan Maut di Ngrampal, Pemotor Tewas di Lokasi Kejadian

Mereka saat itu melakukan konvoi sehingga terjadi pengumpulan massa di masa PPKM level 4 yang diatur Permendagri dan Instruksi Bupati (Inbup).

Keduabelas pendekar beliau sempat dijerat dengan Pasal 14 ayat (1) huruf (g) Undang- Undang Nomor 4 Tahun 1984 tentang Wabah Penyakit Menular dengan ancaman hukuman 1 tahun penjara.

Dalam perjalanannya, kepolisian akhirnya memutuskan mengambil langkah agar anak-anak itu dilakukan diversi.

Penerapan langkah diversi itu didahului dengan surat keputusan dari kepolisian yang dikirim ke pihak Bapas 3 Agustus lalu.

Halaman selanjutnya »

Halaman :  1 2 Tampilkan semua
  • Pantau berita terbaru dari GOOGLE NEWS
  • Kontak Informasi Joglosemarnews.com:
  • Redaksi :redaksi@joglosemarnews.com
  • Kontak : joglosemarnews.com@gmail.com