Beranda Daerah Karanganyar Gandeng UKM Batik Anatomi, FMIPA UNS Kenalkan Desain Motif Batik Berbasis Keanekaragaman...

Gandeng UKM Batik Anatomi, FMIPA UNS Kenalkan Desain Motif Batik Berbasis Keanekaragaman Hayati Pada Generasi Muda

Foto bersama tim pengabdian kepada masyarakat dengan peserta kegiatan pelatihan desain motif batik anatomi | Foto: Dok. FMIPA UNS

KARANGANYAR,  JOGLOSEMARNEWS.COM – Di tengah upaya menjaga kelestarian batik sebagai warisan budaya bangsa, tantangan terbesar datang dari perubahan selera generasi muda itu sendiri.

Motif-motif klasik yang selama ini menjadi identitas batik Surakarta maupun Yogyakarta masih lestari, namun lebih banyak diminati kalangan dewasa dan lanjut usia.

Agar batik tetap hidup dan relevan di tengah perkembangan zaman, inovasi motif yang lebih segar dan dekat dengan dunia anak muda menjadi kebutuhan yang tak bisa dihindari.

Beberapa motif Batik Anatomi yang terinspirasi dari anatomi organ berbagai makhluk hidup | Sumber : https://www.instagram.com/batikanatomi/

Berangkat dari gagasan tersebut, Grup Riset Biomaterial Tumbuhan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menggandeng UKM Batik Anatomi menggelar Pelatihan Pengembangan Desain Motif Batik Anatomi pada Rabu (15/7/2026). Program tersebut  dipimpin oleh Dr. Suratman, S.Si., M.Si., bersama tim yang terdiri atas Dr. Widya Mudyantini, S.Si., M.Si., Prof. Drs. Suranto, M.Sc., Ph.D., Dr. Solichatun, S.Si., M.Si., serta Ari Pitoyo, S.Si., M.Sc. Menurut Dr. Suratman, kegiatan ini merupakan wujud nyata kepedulian perguruan tinggi dalam mengimplementasikan ilmu pengetahuan, sehingga program yang dirancang dapat memberikan dampak positif dan dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memperkenalkan pendekatan baru dalam dunia batik dengan menjadikan keanekaragaman hayati sebagai sumber inspirasi motif”, ujarnya. Pelatihan dilaksanakan bekerja sama dengan UKM Batik Anatomi milik M. Jafron Syah, S.Si., M.Si., alumni Program Studi S1 Biologi FMIPA UNS yang sejak 2010 mengembangkan batik dengan ciri khas motif berbasis ilmu biologi.

Menurut Jafron, Batik Anatomi memiliki keunikan yang membedakannya dari batik pada umumnya. Inspirasi motif tidak diambil dari ornamen tradisional, melainkan dari bentuk morfologi maupun anatomi jaringan berbagai organ makhluk hidup.

Salah satu peserta kegiatan pelatihan sedang menggambar desain motif batik anatomi | Foto: Dok. FMIPA UNS

“Batik Anatomi ini sangat unik karena motifnya kebanyakan terinspirasi dari bentuk morfologi maupun anatomi jaringan dari berbagai organ makhluk hidup. Motif Batik Anatomi boleh dibilang berbeda dengan motif batik kebanyakan yang beredar di masyarakat,” ujarnya.

Materi pelatihan disampaikan oleh Dr. Widya Mudyantini yang merupakan pakar tumbuhan di Program Studi S1 Biologi FMIPA UNS. Dalam sesi tersebut, peserta yang berasal dari kalangan mahasiswa dan generasi muda diperkenalkan pada beragam bentuk organ tumbuhan maupun makhluk hidup lain yang dapat diolah menjadi motif batik bernilai estetis.

Tidak hanya mendapatkan materi teori, peserta juga berkesempatan mempraktikkan secara langsung proses menggambar desain motif batik berdasarkan objek-objek biologis tersebut.

Salah seorang peserta, Raafi Raihansyah, mengaku memperoleh perspektif baru mengenai batik melalui kegiatan tersebut.

“Program pengabdian kepada masyarakat yang merupakan kolaborasi FMIPA UNS dan UKM Batik Anatomi dapat memberikan pengetahuan baru kepada generasi muda, terutama tentang desain motif batik yang unik karena bersumber dari bentuk organ makhluk hidup, sehingga menghasilkan motif yang cukup berbeda dengan motif batik lainnya,” katanya.

Beberapa contoh desain motif batik hasil pelatihan | Foto: Dok. FMIPA UNS

Jafron berharap kolaborasi serupa terus dikembangkan sebagai upaya memperluas wawasan masyarakat melalui program berbagi pengetahuan sekaligus menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap batik melalui pendekatan yang lebih kreatif, inovatif, dan dekat dengan perkembangan ilmu pengetahuan.

Melalui perpaduan antara seni membatik dan kajian biologi, pelatihan ini menjadi bukti bahwa inovasi dapat menjadi jembatan untuk menjaga keberlangsungan warisan budaya. Dengan menghadirkan motif-motif yang lahir dari keindahan struktur alam, batik diharapkan semakin diminati generasi muda dan mampu berkembang sebagai identitas budaya yang tetap relevan di era modern. [*]

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.