JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Mensos Wacanakan BPNT Dicairkan Tunai, Bupati Sragen: Kami Sendika Dawuh!

Bupati Kusdinar Untung Yuni Sukowati. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Wacana merubah skema pencairan bantuan pangan non tunai (BPNT) dari bentuk sembako ke uang tunai yang digulirkan menteri sosial (Mensos), mendapat respon dari daerah.

Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati mengatakan Pemkab siap melaksanakan apapun kebijakan dari pusat.

Termasuk soal kemungkinan perubahan skema penyaluran BPNT ke tunai. Hal itu disampaikan saat ditemui JOGLOSEMARNEWS.COM di depan kantor Bupati, kemarin.

“Kalau kami sendika dawuh pimpinan to,” paparnya.

Bupati menyampaikan selama ini daerah selalu siap dengan apapun perintah pusat. Karena daerah hanya sebatas pelaku.

“Kita yang di daerah kan pelaku. Ya kita siap (dicairkan tunai). Tidak ada masalah,” tegasnya.

Sebelumnya, bergulir wacana penyaluran bantuan pangan non tunai (BPNT) akan dialihkan dari bentuk sembako melalui E-Warung ke uang tunai.

Banyaknya masalah dan indikasi penyimpangan dari pengadaan maupun penyaluran sembako, membuat wacana pencairan tunai BPNT pun makin menguat.

Baca Juga :  Warga Sragen Siap-Siap, Natal Tahun Baru Bakal Ada Penyekatan Jalur. Bupati Instruksikan Semua Camat dan Muspida Sisir Wilayah!

Bahkan Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini sudah melempar isyarat akan menggandeng BPKP, OJK dan Bank Indonesia.

“Kita sudah punya rencana. Sudah saya minta, cuma kendala-kendala aturan. Kita audah libatkan BI dan OJK juga,” paparnya saat kunjungan kerja di Sragen, Jumat (20/8/2021).

Anggota Komisi VIII DPR RI, Paryono mendukung penuh wacana mengubah skema pemberian bantuan sosial (bansos) bantuan pangan non-tunai (BPNT) dari bentuk sembako menjadi bantuan uang tunai.

Perubahan itu dinilai perlu demi memaksimalkan kemanfaatan untuk masyarakat serta mencegah potensi penyimpangan dalam penyaluran di lapangan.

Menurut anggota Komisi VIII dari Fraksi PDIP itu mengatakan bantuan berupa uang tunai saat ini lebih dibutuhkan masyarakat dibandingkan sembako.

Dalam situasi saat ini, uang tunai akan lebih fleksibel karena dapat dibelanjakan masyarakat sesuai kebutuhan masing-masing.

“Kebutuhan masyarakat tidak hanya sembako. Apalagi saat pandemi seperti ini, kadang warga butuh untuk beli obat, vitamin atau lainnya. PKH kan juga diberikan tunai,” paparnya kepada wartawan Jumat (20/8/2021).

Baca Juga :  Siap-Siap, Mulai Besok Semua Siswa SD Kelas 1 dan 2 Akan Divaksin MR Secara Serentak. Kelas 5 Juga Divaksin Khusus

Legislator Dapil Jateng IV (Wonogiri, Sragen, Karanganyar) itu menuturkan realitanya, sistem penyaluran BPNT dengan paket sembako di E-Warung membuat warga penerima atau KPM tidak bisa berupaya apa-apa.

Mereka cenderung menerima dan tidak memprotes sekalipun bantuan sembako yang diterima kurang sesuai kualitas dan volume maupun harganya. Hal itu karena KPM takut ancaman dicoret jika melakukan protes.

“Sebaiknya BPNT dicairkan tunai saja. Sehingga mau dibelanjakan apa kan bebas sesuai kebutuhan warga. Diharuskan belanja beras dan telor, ketika flu kan pingin beli Procold, beli vitamin. Maka saya lebih setuju diganti tunai. Biar masyarakat leluasa menggunakannya,” urainya.

Dengan disalurkan tunai, menurutnya hal itu juga akan lebih memudahkan dari aspek pengawasan.

Halaman selanjutnya

Halaman :  1 2 Tampilkan semua