JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM Para pegawai nonaktif Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendapat penghinaan dari Pimpinan KPK dengan munculnya surat yang harus mereka tandatangani.

Surat tersebut berisi tentang permintaan pengunduran diri dan permohonan pekerjaan di Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Hal itu diungkapkan oleh penyidik nonaktif KPK, Novel Baswedan. Ia mengaku  menerima kabar bahwa rekan-rekannya di lembaga antirasuah yang dinonaktifkan diminta menandatangani dua buah surat tersebut.

Baca Juga :  Silaturahmi ke Habib Luthfi di Pekalongan, Airlangga Hartarto Sekaligus Tinjau Vaksinasi untuk Para Santri

“Iya beberapa kawan dihubungi oleh insan KPK yang diyakini dengan pengetahuan Pimpinan KPK diminta untuk menandatangani dua lembar surat, yaitu permohonan pengunduran diri dan permohonan agar disalurkan ke BUMN,” kata Novel dalam keterangannya, Selasa (14/9/2021).

Advertisement

Menurut Novel, beberapa rekannya yang dinonaktifkan sudah didatangi oleh seseorang dari KPK. Novel meyakini tindakan tersebut atas sepengetahuan para pimpinan KPK.

Baca Juga :  Pemecatan 57 Pegawai KPK 30 September, Pangi: KPK Masuki Masa Kegelapan

“Bagi kami itu adalah suatu penghinaan,” kata dia.

Novel menegaskan, dirinya dan rekan-rekan yang dinonaktifkan berada di KPK untuk memberantas tindak pidana korupsi, bukan semata-mata hanya membutuhkan pekerjaan. Menurutnya, hal ini semakin memperjelas upaya sistematis membunuh pemberantasan korupsi.

Halaman:  
« 1 2 Selanjutnya › » Semua