JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Makin Panas, Kasus Suap Rp 11,5 Miliar Mantan Kapolsek Gemolong Sragen. Wakasat Reskrim Sebut Sempat Antar 3 Kali, Dikenalkan 3 Anggota DPRD

Mantan Kapolsek Gemolong Sragen, AKP Stefanus Robin Pattuju (berompi oranye) yang jadi penyidik KPK dan menjadi tersangka kasus korupsi suap ketika ditahan KPK. Foto/Tribunnews

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Kasus korupsi dan suap Rp 11,5 miliar yang melibatkan mantan Kapolsek Gemolong Sragen sekaligus bekas penyidik KPK, AKP Stepanus Robin Pattuju, kembali digelar Senin (27/9/2021).

Kali ini, sidang menghadirkan Wakil Kepala Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Semarang Ajun Komisaris Polisi (AKP) Agus Supriyanto.

Dalam sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta Pusat, Agus menyampaikan sejumlah fakta terkait hubungan Robbin dengannya dan perkenalan dengan Wakil Ketua DPR, Azis Syamsuddin.

Di hadapan persidangan, AKP Agus mengatakan AKP Robin merupakan adik kelasnya di Akademi Kepolisian.

Agus pun menceritakan ihwal mula dirinya mengenalkan Robin dengan Azis Syamsuddin yang saat itu menjabat Wakil Ketua DPR.

Kemudian Agus mengatakan setelah mengenal, pada Februari 2020, ia yang saat itu menjabat Direktorat Cyber Crime Polda Jawa Tengah, mengajak Robin bertemu Azis. Oleh Agus, Azis disebut sebagai saudara.

“Oh iya (saudaranya itu maksudnya) Pak Azis. Nanti ketemu. Pak Robin nggak menolak,” kata Agus dalam kesaksiannya, Senin, (27/9/2021).

Baca Juga :  Tim Verifikasi Usut 4 Sertifikat Peserta Seleksi Perangkat Desa Padas yang Diduga Mencurigakan. Dua Sertifikat Sudah Dilacak Hari Ini, Penasaran Hasilnya?

Agus mengaku berkenalan dengan Azis pertama kali saat bertugas di Papua. Keduanya kerap berkomunikasi sejak saat itu.

Setelah mengenal Azis, Agus kemudian mengajak Robin Pattuju karena sebelumnya Azis pernah bertanya apakah memiliki kenalan penyidik KPK.

“Beliau sempat menanyakan pada Februari 2020, apakah ada teman di KPK? Terus membahas hal lain termasuk keluarga saya. Saya bilang ada (teman di KPK),” kata Agus.

Agus lantas menghubungi dua penyidik yang merupakan teman satu angkatannya di Akpol.

Namun kedua penyidik itu menolak ajakan Agus dengan alasan sibuk. Pilihan Agus kemudian jatuh pada Robin yang saat itu belum lama bertugas di KPK. Ia mengaku tiga kali mengantar Robin bertemu Azis.

“Dikenalkan pertama itu pada Februari 2020. Pertama bertemu di Denpasar Raya (rumah Azis), kedua di Hang Tuah,” kata Agus.

Agus mengaku pertemuan dengan Azis hampir selalu berlangsung singkat, sekitar 5 – 10 menit. Namun dalam momen itu, politikus Golkar itu memang meminta nomor kontak dari Robin.

Baca Juga :  Gawat, APBD Sragen 2022 Minus Rp 229 Miliar. Bupati Sragen: Nggak Papa, Pak Presiden Bilang Defisit Kota Juga Tinggi!

Agus mengaku tak tahu menahu ihwal percakapan antara Robin dan Azis pasca pertemuan itu.

Dikenalkan 3 Anggota DPRD

Agus juga hadir saat Robin dan Azis bertemu di Guci, Tegal, Jawa Tengah pada April 2020. Saat itu, ia mengatakan mengajak Robin bertemu Azis yang tengah liburan di sana.

Namun Agus kembali membantah mengetahui isi pertemuan di antara Azis dan Robin.

Ia hanya mengaku tahu pertemuan Azis dan Robin pada pagi hari di restoran setempat. Saat itu ada tiga anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) yang ikut mendampingi Azis.

“Mereka hanya tanya pekerjaan saya dan mengenalkan saya ke DPRD setempat. Cuma saya tak tahu anggotanya siapa,” kata Agus saat menceritakan proses perkenalan Robin Pattuju dengan Azis Syamsuddin.

Halaman selanjutnya

Halaman :  1 2 Tampilkan semua