JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Boyolali

Monumen Gempa 2006, Ada Legenda Gajah Putih di Dalamnya (Bagian 2)

Monumen Gempa 2006 . Foto: Triawati

BOYOLALI, JOGLOSEMARNEWS.COM — Siapapun yang berkunjung ke Monumen Gempa 2006 yang terletak di Desa Cepoko Sawit, Kecamatan Sawit, Boyolali, akan melihat patung gajah di salah satu sudutnya. Patung yang diberikan sebutan gajah putih tersebut diketahui memiliki asal usul yang diceritakan lewat tulisan di sampingnya.

Berdasarkan tulisan tersebut, berawal dari jaman Mataram kuno di kerajaan Prambanan terjadi persengketaan antar keluarga kerajaan. Karena persengketaan semakin meruncing, salah satu putra kerajaan, Pangeran Eling-eling melarikan diri dari kerajaan dengan membawa harta benda pusaka dan dinaikkan dengan seekor gajah bernama “Liman Seto” yang berarti gajah putih.

Baca Juga :  Waduh, Vaksin Dosis Kedua di Boyolali Terancam Tertunda

Dalam perjalananya, pangeran bersama para pengikutnya dikerjar saudara-saudaranya. Untuk bersembunyi, Patih kerajaan Prambanan, Potroyudho mengubah gajah yang membawa harta benda tersebut menjadi batu. Sedangkan pangeran Eling-eling beserta pengikutnya melanjutkan perjalanan.

Baca Juga :  Boyolali Siapkan Rp 40 Miliar untuk Covid-19 di APBD 2022

Sesepuh Desa Cepoko Sawit, Kardiyo menyebutkan, kisah tersebut menyelimuti keberadaan patung gajah putih yang dikeramatkan tersebut. Namun demikian, tidak ada yang berani membenarkan terkait peristiwa tersebut.

Advertisement

“Ceritanya sih seperti itu. Tapi benar atau tidak Ndak ada yang tahu. Hanya saja patung itu memang dikeramatkan,” tuturnya, Selasa (21/9/2021).

Halaman selanjutnya

Halaman :  1 2 Tampilkan semua