JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM –  Keresahan para pegawai nonaktif Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atas rencana penyaluran mereka ke BUMN  mendapat tanggapan dari KPK.

Semula, salah satu pegawai KPK nonaktif, Novel Baswedan  mengatakan, mereka disodori dua surat, yaitu surat pengunduran diri dan surat permohonan kerja di BUMN. Hal itu menurut Novel, merupakan bentuk pelecehan terhadap marwah KPK.

Baca Juga :  Menguak Pabrik Ineks Palsu di Johar Baru. Tiap Seminggu Bisa Raup Untung Rp 450 Juta, Efeknya Gila Banget

Mengenai hal itu, Sekretaris Jenderal KPK,  Cahya Hardianto Harefa menyebut bahwa penyaluran kerja pegawai ke BUMN itu sebenarnya  sudah lama terkonsep.

Para pegawai yang disalurkan nantinya diharapkan dapat menjadi agen antikorupsi di institusi lain.

Advertisement

“Penyaluran kerja bagi pegawai KPK tersebut sebetulnya juga sesuai dengan program KPK yang telah lama dicanangkan, yaitu untuk menempatkan insan KPK sebagai agen-agen antikorupsi di berbagai instansi dan lembaga,” tutur Cahya dalam keterangannya, Rabu (15/9/2021).

Baca Juga :  Tak Mabuk Dipuji Gibran, Anies Malah Merendah. Balik Puji Vaksinasi di Solo Sudah 98 %

Cahya meminta publik tidak berburuk sangka terhadap KPK.  Komisi antikorupsi menegaskan tidak mau mendepak pegawainya.

Halaman:  
« 1 2 Selanjutnya › » Semua