JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Antisipasi Munculnya Klaster Baru Covid-19, Kemenag Keluarkan Pedoman Perayaan Hari Besar Keagamaan

Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas. Foto: Instagram/gusyaqut

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM Melihat pengalaman dari awal merebaknya Covid-19 dua tahun lalu, pemerintah pun melalui Kementerian Agama (Kemenag) berupaya untuk melakukan langkah-langkah antisipasi terjadinya kerumunan dan mencegah kemungkinan munculnya klaster baru.

Kini, Kemenag  mulai mengeluarkan pedoman penyelenggaraan peringatan Hari Besar Keagamaan di masa pandemi Covid-19.

Mengutip dari situs resmi kemenag.go.id, pedoman penyelenggaraan tertuang dalam Surat Edaran Menteri Agama Nomor 29 Tahun 2021. Surat edaran ini telah ditandatangi 7 Oktober 2021 lalu.

Baca Juga :  PHRI Minta Pemerintah Tak Seketat Agustus Lalu dalam Penerapan PPKM Level 3

Adanya pedoman penyelenggaraan peringatan Hari Besar Keagamaan ini sebagai upaya menahan laju penyebaran Covid-19, pasalnya kita akan memeringati Maulid Nabi, Natal, dan perayaan Hari Besar Keagamaan lainnya. Perayaan Hari Besar Keagamaan memang lebih rentan menimbulkan kerumunan.

Dilansir dari Tribunnews.com, hal ini juga bertujuan untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat dalam merayakan Hari Besar Keagamaan.

“Pedoman ini kami terbitkan dalam rangka mencegah dan memutus mata rantai penyebaran Covid-19, sekaligus memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat dalam menyelenggarakan peringatan Maulid Nabi Saw, Natal, dan hari besar keagamaan lainnya pada masa pandemi Covid-19,” jelas Menag, Jumat (8/10/2021).

Baca Juga :  Tren Kasus Covid-19 di Eropa Melonjak, Jokowi Minta Indonesia Harus Waspada, Terutama Hadapi Nataru

Pedoman penyelenggaraan ini juga memerhatikan status penyebaran Covid-29 di daerah tersebut. Ia menyebutkan untuk daerah dengan level PPKM 1 dan 2 peringatan Hari Besar Keagamaan dapat dilakukan secara tatap muka dengan tetap mematuhi protokol kesehatan.

Halaman selanjutnya

Halaman :  1 2 Tampilkan semua