JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Batal Terima Ganti Rugi Miliaran, Belasan Warga Bukuran Kalijambe Geruduk BPSMP Sangiran. Slamet Tak Terima 3 Tahun Menunggu Tapi Malah Diputus Mendadak Lewat Telepon

Warga Bukuran, Kalijambe, saat menggeruduk BPSMP Sangiran untuk menuntut kejelasan terkait pembatalan pembebasan 2 lahan milik warga setelah 3 tahun menunggu, Senin (25/10/2021). Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Belasan warga dari Desa Bukuran, Kecamatan Kalijambe, menggeruduk Balai Pelestarian Situs Manusia Purba Sangiran (BPSMPS), Senin (25/10/2021).

Kedatangan mereka untuk memprotes dan menanyakan pembatalan pembebasan lahan untuk pelestarian bentang lahan milik dua warga Bukuran, Slamet (54) dan Sutarno (62).

Mereka kecewa karena dua lahan milik mereka seluas 4.786 M2 dan 12.650 M2 mendadak dibatalkan dan sertifikat dikembalikan. Padahal diperkirakan uang ganti rugi lahan keduanya mencapai angka miliaran.

Belasan warga yang mendatangi Museum Sangiran itu merupakan kerabat dari Mbah Sutarno dan Slamet, perangkat desa dan termasuk Kades Bukuran, Heriyanto. Bahkan mereka membawa serta anak cucu.

Di museum, mereka ditemui Kepala BPSMP Sangiran, Iskandar Mulia Siregar, Ketua Tim Pembebasan Lahan, Haryono dan tim BPSMPS lainnya.

Baca Juga :  Ribuan Perangkat Desa Demo di Jakarta, Ratusan Perangkat di Sragen ke DPRD Tuntut Ini!

Di hadapan mereka, Slamet menuturkan kedatangannya untuk meminta kejelasan dan mencari keadilan. Ia merasa dirugikan karena lahannya seluas hampir 5.000 M2 batal dibebaskan.

Padahal ia merasa sudah mengikuti prosedur sejak 2019 namun tiba-tiba dibatalkan ketika beberapa warga lainnya menerima pembayaran ganti rugi.

“Semua proses sudah saya jalani. Tapi kenapa ujung-ujungnya milik saya malah dibatalkan, yang diurus belakangan malah cair. Saya nggak terima pemanggilan lewat WA lalu sampai sini dibatalkan. Kalau memang ada kekurangan administrasi kami siap melengkapi,” paparnya.

Sementara Mbah Sutarno lebih banyak diam. Hal itu karena kondisi fisiknya sudah tua dan berjalan pakai penopang. Sama halnya Slamet, Mbah Sutarno juga mengalami nasib serupa.

Rencana pembebasan lahan miliknya yang tiga kali lebih luas juga dibatalkan. Meski belum ada taksiran harga, mereka kecewa karena sudah menaruh harapan besar bisa menerima ganti rugi.

Baca Juga :  Mantan Walkot Blitar Samanhudi Anwar Diciduk Polisi, Diduga Terlibat Perampokan di Rumdin Wali Kota Blitar: Aksi Perampokan Disebut Direncanakan dari Lapas Sragen 

Kecewa Dibatalkan Mendadak

Mediasi berlangsung alot dari pukul 10.00 WIB sampai siang. Kerabat Mbah Slamet yang juga Kadus Bukuran Warsono, menyampaikan kedua warga itu memprotes karena merasa didhalimi.

Pasalnya mereka sudah mengikuti pengurusan termasuk melengkapi persyaratan administrasi pembebasan lahan oleh BPSMPS sejak 2018 hingga 2021.

Namun, pada Selasa pekan lalu mereka mendadak diundang ke BPSMPS untuk menerima pembatalan dan pengembalian sertifikat.

Mereka makin kecewa setelah tanah milik warga lain yang diproses belakangan dan peta bidangnya jadi lebih belakang, malah direalisasi dan menerima pembayaran sehari berikutnya.

Halaman selanjutnya »

Halaman :  1 2 Tampilkan semua
  • Pantau berita terbaru dari GOOGLE NEWS
  • Kontak Informasi Joglosemarnews.com:
  • Redaksi :redaksi@joglosemarnews.com
  • Kontak : joglosemarnews.com@gmail.com