JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Fakta Baru Pencabulan Belasan Santri di Sragen. Para Korban Dicabuli di Sawah-Sawah, Modusnya Tiap Malam Digilir Satu Persatu

Ilustrasi pencabulan anak laki-laki. Foto/Istimewa

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Aksi pencabulan yang diduga dilakukan seorang oknum tokoh agama di salah satu desa di Kecamatan Ngrampal, Sragen, menguak fakta baru.

Aksi pencabulan berjamaah oleh oknum tokoh agama yang kerap disebut Modin desa berinisial I (61) itu diduga sudah berlangsung bertahun-tahun.

Ironisnya, para santri laki-laki yang mayoritas di bawah umur itu dicabuli di areal persawahan. Aksi pencabulan dilakukan pada malam hari bergantian.

“Jadi korban yang dianggap alat vitalnya bengkok itu diajak ke sawah pada malam hari. Lalu di sawah itu dibilang akan diterapi agar alat vitalnya bisa lurus. Tapi kemudian korban digitukan. Tiap malam satu persatu di ajak ke sawah dan digitukan,” ujar R, salah satu warga yang mengetahui kasus tersebut, kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , Kamis (14/10/2021).

Advertisement
Baca Juga :  1.000 Warga Sragen Barat Antusias Ikuti Serbuan Vaksinasi Kerjasama Kodim dan Yayasan Tunas Amaliah. Bimo: Semoga Pandemi Segera Berakhir

Kasus itu terbongkar setelah salah satu korban mengeluh kesakitan usai digarap pak Modin paruh baya itu. Dari situlah akhirnya satu persatu teman santri lainnya mengungkap juga pernah mengalami hal serupa.

Dari cerita para korban akhirnya kasus itu mencuat sehingga membuat mereka memberanikan diri melapor ke polisi.

Baca Juga :  Tagih Hutang Rp 50.000, Buruh di Sragen Malah Dihukum 6 Bulan Penjara. Kok Bisa?

I dilaporkan ke Polres beberapa waktu lalu. Tokoh yang dikenal sebagai sesepuh desa dan kerap disapa modin itu mencabuli lebih dari 10 santri laki-laki di salah satu Ponpes di wilayah Sambungmacan, Sragen.

Aksi pencabulan itu didahului dengan merayu korban dengan dalih memberi terapi alat vital.

Data yang dihimpun JOGLOSEMARNEWS.COM dari berbagai sumber di lapangan, aksi bejat sang sesepuh desa itu terbongkar setelah salah satu santri merasa kesakitan usai diterapi oleh terlapor.

Halaman selanjutnya

Halaman :  1 2 Tampilkan semua