JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Boyolali

Jumlahnya Sampai Triliunan, MUI Sebut Ziswaf Berpotensi Selamatkan Ekonomi Rakyat

Sumber : pexels.com

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM Indonesia memiliki potensi zakat, infak, sedekah, dan wakaf (Ziswaf) yang bernilai hingga triliunan rupiah.  Jumlah tersebut dapat bermanfaat bagi masyarakat di tengah keterpurukan akibat pandemi Covid-19.

Demikian dikatakan oleh Ketua Bidang Ekonomi Syariah dan Halal Majelis Ulama Indonesia (MUI), Salahuddin Al Ayub.

Kendati demikian, ujar Salahuddin, potensi yang dimiliki selama ini belum dimanfaatkan secara maksimal.

“Potensi ini belum termanfaatkan sepenuhnya,” kata Salahuddin sebagaimana dikutip dari liputan6.com, Jumat (22/10/2021).

Baca Juga :  Mayoritas Difabel di Boyolali Lebih Suka Kerja Mandiri

Ia menyebutkan, setiap tahun ada sekitar Rp 80 triliun Ziswaf baru yang diperkirakan oleh Badan Wakaf Indonesia dan BAZNAS. Sementara, potensi ZIS sendiri bisa mencapai Rp 233 triliun, dan wakaf paling sedikit Rp 180 triliun per tahun.

Besarnya potensi ini tidak lepas dari kondisi orang Indonesia yang dinilai menjadi masyarakat paling dermawan oleh berbagai lembaga penelitian. Apabila kondisi tersebut dikelola dengan baik, potensi yang ada dapat menjadi modal untuk bangkit dari pandemi Covid-19.

Baca Juga :  Pendaki Asal Ukraina yang Tersesat di Gunung Merbabu Ditemukan Selamat

“MUI telah mengeluarkan sejumlah fatwa untuk memanfaatkan Ziswaf dalam penanggulangan pandemi. MUI antara lain berfatwa bahwa dana yang terkumpul dari Ziswaf bisa dipakai untuk membeli alat pelindung diri (APD) yang dibutuhkan dalam penanganan pandemi,” tegas Salahuddin.

Halaman selanjutnya

Halaman :  1 2 Tampilkan semua