JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Peneliti UGM Sebut UU ITE Rebut Kebebasan Sipil

Ilustrasi / pexels

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM Peneliti Pusat Kajian Anti Korupsi Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (Pukat UGM) Zainul Rahman menyoroti adanya represi melalui Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) yang meredam kebebasan sipil.

Alih-alih melindungi kebebasan rakyat, menurutnya UU ITE saat ini malah dipandang sebagai sesuatu yang menakutkan. Orang-orang menjadi semakin ragu untuk menyampaikan aspirasi mereka. Akibatnya, pengawasan terhadap pemerintah menjadi semakin berkurang.

Baca Juga :  Menko Airlangga: Penurunan Level PPKM Dorong Naiknya Permintaan Domestik

“Orang semakin takut bersuara sehingga masyarakat sipil juga semakin lemah di dalam melakukan pengawasan terhadap jalannya pemerintahan,” kata Zainul sebagaimana dikutip dari republika.co, Kamis (21/10/2021).

Zainul menjelaskan, ketakutan tersebut muncul lantaran selama ini banyak kasus yang menjerat masyarakat sipil serta aktivis oleh UU ITE.

Baca Juga :  Presidensi G20 Kesempatan Indonesia Tunjukkan Kepemimpinan di Kancah Global

Ia memberi contoh kasus yang dialami salah satu aktivis dari Indonesia Corruption Watch (ICW) yang dilaporkan oleh seorang pejabat negara.

Halaman selanjutnya

Halaman :  1 2 Tampilkan semua