JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Warga Tanon Sragen yang Punya Istri Cantik Mengaku Was-Was dan Resah. Ada Apa?

Kejadian kedua justru diungkap oleh istri Pak S. Januri menyebut istri S memergoki tengah malam suaminya tengah memboncengkan wanita yang ditinggal merantau suaminya.

Buntut insiden itu, sang istri sempat mengadu ke desa dan warga. Setelah diklarifikasi, S mengaku malam itu memang pergi berdua dengan wanita tersebut namun hanya makam malam di Gemolong.

“Kemarin itu awalnya istrinya curiga kok pergi sampai malam nggak pulang. Waktu ditelepon katanya sedang ndatangi rumah warga yang meninggal di dukuh sebelah. Istrinya curiga lalu telpon ke bayan sebelahnya itu apakah ada orang meninggal dan katanya tidak ada. Saat di cari kemana-mana dikira di masjid tapi di masjid juga tidak ada. Nah pulang dari masjid istrinya itu lihat suaminya dengan wanita lain. Lha kemarin katanya khilaf, warga sudah memaafkan. Lha kok diulangi lagi, masak terus-terusan sampai dua kali,” jelas Januri.

Ia menyampaikan setelah diadukan ke desa, S kemudian membuat balasan klarifikasi melalui surat. Surat itu ditujukan ke warga yang mengadukan.

Baca Juga :  Viral di Medsos Ada UFO di Atas Merapi, Apakah Benar UFO?

Januri menyebut isi surat itu menyebut bahwa S berdalih hanya makan saja di Gemolong dengan wanita yang diakui teman sekolahnya.

“Katanya hanya makan di Gemolong sampai pulang jam 01.00 WIB malam. Nah sampai dekat rumah ketahuan istrinya,” imbuh Januri.

Menurut aduan istri Pak S, memang sering memergoki suaminya pergi berdua dengan wanita tersebut.

Untuk bukti penguat dugaan asmara terlarang, Januri menyebut sejauh ini belum ada bukti foto atau bukti visual saat melakukan perbuatan tak senonoh berdua.

“Kalau foto pas anunya nggak ada. Tapi warga sering memergoki pergi berdua dengan wanitanya. Istrinya malah yang mengadukan,” tandas Januri.

Januri bersama puluhan warga memang nekat turun ke jalan untuk menggelar demo ke balai desa setempat, Selasa (19/10/2021).

Mereka menuntut S segera disanksi tegas. Bahkan warga mendesak agar S sesegera mungkin dilengser karena indikasi tabiat selingkuhnya dinilai sudah sangat meresahkan warga.

Selain berorasi, warga juga menumpahkan kekesalannya melalui spanduk dan poster berisi tuntutan dan protes terhadap ulah S.

Baca Juga :  Punya 50.000 Warga, PSHT Sragen Tegaskan Tak Berafiliasi Politik Tapi Siap Sukseskan Pemilu 2024

Dari pantauan JOGLOSEMARNEWS.COM , spanduk itu dipasang di depan balai desa. Di antaranya bertuliskan “Turunkan Staff Mesum”, lalu satu spanduk bertuliskan “Efek Nganggur, He Subedo Rasan Rasan. Siro Ijo Wedi Yen Ditekani Malaikat, Jawaben Kanti Jujur Yen Siro Demenan”. ” Save Staff Mesum”. “Kami Butuh Staff Beretika”.

Tunggu Tertulis

Terpisah, Kades Tanon, Luqman Hakim menyampaikan sebenarnya sudah meminta agar jika ada permasalahan, warga bisa mengadukan secara baik-baik.

Pihaknya tidak bisa menanggapi karena tuntutan warga hanya disampaikan lisan. Karenanya ia meminta agar aspirasi warga bisa dituangkan secara tertulis sehingga bisa menjadi dasar untuk melakukan langkah penanganan.

“Kalau sudah dibuat tertulis, nanti kita akan musyawarahkan dengan BPD dulu. Nanti hasil dari rapat BPD kita konsultasikan dengan atasan kita dalam hal ini Pak Camat atau ke Kabag Pemerintahan. Insyallah kami tetap prosedural dan sesuai norma untuk menindaklanjuti,” ujarnya. Wardoyo

« Halaman sebelumnya

Halaman :   1 2 Tampilkan semua
  • Pantau berita terbaru dari GOOGLE NEWS
  • Kontak Informasi Joglosemarnews.com:
  • Redaksi :redaksi@joglosemarnews.com
  • Kontak : joglosemarnews.com@gmail.com