JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Warga Tanon Sragen yang Punya Istri Cantik Mengaku Was-Was dan Resah. Ada Apa?

Salah satu spanduk yang dipasang warga di depan Balai Desa Tanon, Sragen saat demo menuntut di oknum perangkat desa diduga selingkuh agar diberikan sanksi tegas. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Aksi demo menuntut pelengseran oknum perangkat desa berinisial S (50) yang diduga mesum di Desa Tanon, Kecamatan Tanon, Sragen mencuatkan fakta lain.

Menurut warga, aksi demo terpaksa dilakukan karena warga sudah resah dengan indikasi tak terpuji yang dilakukan oknum tersebut.

Keresahan warga itu salah satunya karena oknum tersebut selama ini juga dikenal sebagai modin dan tokoh agama.

Yang bersangkutan sering hadir untuk memimpin doa saat ada warga meninggal hingga ke pemakaman. Salah satu tokoh Desa Tanon, M Januri menyebut warga terutama para suami yang punya istri cantik, kini dilanda keresahan.

“Kami terus terang isin (malu). Kita jadi was-was. Karena kalau pas kebetulan ada saudara yang meninggal terus ada yang kelihatan cantik lalu dia tahu, nanti bagaimana Pak. Kita kan jadi nggak tenang dan was-was,” ujarnya kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , Sabtu (23/10/2021).

Baca Juga :  Keberatan Penarikan Jatah Bengkok, FKKD dan Praja Sragen Sepakat Kirim Surat ke Bupati. Desak Kajian Ulang Perbup 76

Januri menegaskan aksi demo itu digelar spontanitas dan murni sebagai ungkapan aspirasi warga.

Ia juga menegaskan tidak ada tendensi apapun kecuali menyuarakan keprihatinan warga.

Mewakili warga, ia berharap ada tindakan tegas terhadap S agar menjadi efek jera dan tidak mengulangi perbuatannya lagi.

“Harapan kami, bisa diusut dan disanksi tegas,” imbuhnya.

Januri menyampaikan selama ini, oknum perangkat itu dikenal sebagai modin dan sering bersinggungan dengan aktivitas keagamaan di desa setempat.

“Dia adalah takmir masjid, Pak Modin. Kalau ada orang meninggal selalu ngasih tau nanti kalau ditekani malaikat ojo wedi. Tapi kok malah kelakuannya kayak gitu Pak. Kami malu,” jelasnya.

Dipergoki Istri

Januri menguraikan aksi demo terpaksa digelar sebagai puncak keresahan warga atas indikasi perbuatan tak terpuji S.

Baca Juga :  Capek-Capek Kumpulkan Uang Rp 3 Miliar Hasil Jual Warisan, Hati Pak Eko Asal Sragen Langsung Hancur Dengar Keuangan KSP Sejahtera Bersama Ternyata Kolaps

Sebab dari catatan warga, sudah dua kali S tersandung indikasi memiliki hubungan khusus dengan dua wanita berumahtangga di desa.

Menurutnya, saat kasus pertama mencuat, warga sempat mengingatkan dan mengklarifikasi. Hasilnya, oknum perangkat paruh baya itu sempat meminta maaf dan mengaku khilaf.

Namun ketika indikasi perbuatan itu diulangi lagi pekan lalu, Januri menyebut kesabaran warga sudah tak bisa ditahan lagi.

“Dua-duanya dengan wanita berkeluarga. Warga sebenarnya sudah mengingatkan pas kejadian pertama. Saat itu juga dengan wanita yang udah berkeluarga. Nggak ada yang mergoki pas gituan, tapi sering pergi dengan wanita itu. Saat diklarifikasi dia minta maaf dan khilaf. Kalau nggak melakukan, kenapa harus minta maaf,” terangnya.

Halaman selanjutnya

Halaman :  1 2 Tampilkan semua