JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

7 Kades di Sragen Meninggal, 5 Desa Diizinkan Gelar Pilkades Antar Waktu. Ada 2 Desa Dipastikan Tak Bisa Gelar PAW, Ini Masalahnya!

Video kenangan Kades Sambirejo, Suparjo Jojon yang meninggal terpapar Covid-19. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Sebanyak tujuh jabatan kepala desa (Kades) di Sragen dilaporkan kosong lantaran Kades aktif meninggal dunia.

Namun dari tujuh desa itu, hanya lima desa yang dipastikan bisa menggelar pemilihan kepala desa atau Pilkades Antar Waktu (PAW). Sementara dua desa lainnya tidak bisa menggelar PAW.

Tujuh desa yang mengalami kekosongan jabatan Kades itu masing-masing Jenggrik Kecamatan Kedawung, Gentanbanaran Kecamatan Plupuh, Gilirejo Baru Kecamatan Miri, dan Sambirejo Kecamatan Sambirejo.

Baca Juga :  Senja Natalia, Calon Bintang Bulutangkis Putri Asal Sragen. Dari Keluarga Sederhana, Usia 9 Tahun Sudah Sering Juara, Bermimpi Bisa Masuk Tivi

Kemudian Desa Girimargo Kecamatan Miri, Glonggong Kecamatan Gondang dan Singopadu Kecamatan Sidoharjo.

Kabag Pemerintah Setda Sragen, Dwi Agus Prasetyo mengatakan dari tujuh desa yang mengalami kekosongan jabatan Kades itu, ada lima yang bisa menggelar PAW.

Lima desa itu adalah Desa Girimargo Miri, Gentanbanaran Plupuh, Desa Glongong Gondang, Desa Jenggrik Kedawung dan Singopadu Sidoharjo.

Baca Juga :  Curhat Pilu PKL Depan SDN 4 Sragen Usai Digusur Satpol PP. Pendapatan Anjlok 70 %, Sedih Sampai Rumah Istri Kaget

Sedangkan dua desa yang dipastikan tidak bisa menggelar PAW adalah Desa Sambirejo Kecamatan Sambirejo dan Desa Gilirejo Baru Kecamatan Miri.

Dua desa terakhir itu tidak bisa melaksanakan PAW karena tidak memenuhi syarat minimal kekosongan. Sebab di dua desa itu jabatan Kadesnya akan habis tempo setahunnya pada 13 Desember 2021.

Halaman selanjutnya »

Halaman :  1 2 Tampilkan semua