JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Angka Kemiskinan Masih Tinggi, Wakil Gubernur Langsung Terjun ke Sragen. Ini yang Dilakukan Bareng Bupati!

Wagub Jateng, Taj Yasin saat bersama Bupati Kusdinar Untung Yuni Sukowati saat berkunjung ke Desa Ketro, Tanon, Sragen. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah bersama Pemerintah Kabupaten Sragen terus menekan upaya pengentasan kemiskinan.

Salah satunya melalui program Desa Sejahtera (Destara) 2021 yang diinisiasi Pemprov Jateng dan Badan Kerjasama Organisasi Wanita (BKOW) Jateng.

Ada tiga Kabupaten di Jateng, yang dipilih menjadi pilot project. Yakni, Kabupaten Pemalang melalui budidaya buah rambutan di Desa Bantarbolang.

Kemudian Kabupaten Demak dengan kunyit sebagai komoditas unggulan Desa Kebonbatur dan Kabupaten Sragen melalui budidaya ikan air tawar di Desa Ketro, Kecamatan Tanon.

Di Ketro, Sragen itu, para perempuan di Desa Ketro dilatih mengolah hasil budidaya ikan air tawar (ikan lele, mujair, nila) menjadi abon untuk menambah pendapatan ekonomi masyarakat setempat.

Baca Juga :  Gawat, APBD Sragen 2022 Minus Rp 229 Miliar. Bupati Sragen: Nggak Papa, Pak Presiden Bilang Defisit Kota Juga Tinggi!

Pembukaan Destara 2021 di Desa Ketro dibuka langsung oleh Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, Rabu (17/11/2021) di Balai Desa Ketro, Kecamatan Tanon.

Kegiatan itu dihadiri Ketua Umum BKOW Jateng, Nawal Arafah Yasin, Ketua Baznas Prov Jateng, KH Ahmad Darodji, dan Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati beserta OPD terkait dan masyarakat setempat.

Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati menyampaikan terimakasih kepada BKOW dan Pemprov Jaateng yang telah memilih Desa Ketro sebagai tempat untuk kegiatan pelatihan pengolahan potensi produk lokal dari Waduk Ketro.

Berupa hasil tangkapan ikan air tawar yang dilakukan oleh bapak-bapak yang kemudian diolah oleh ibu-ibu sehingga dapat tercipta pembagian peran dan tanggungjawab.

Baca Juga :  Prakiraan Cuaca Hari Ini Sabtu, 27 November 2021: Wonogiri dan Sragen Hujan Lebat, Sedangkan Kota Solo Hujan Sedang

“Jadi, Bapak yang menangkap Ibu yang mengolah, kerjasama ini untuk mewujudkan kesetaraan gender. Dan memberdayakan kelompok perempuan usaha dalam mengolah sumber daya yang ada di sekitarnya,” papar Bupati.

Bupati Yuni menjelaskan jika sebagian masyarakat Desa Ketro bermata pencaharian sebagai petani, pedagang dan nelayan.

Maka sudah tepat apabila dari BKOW bekerjasama dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) memberikan pelatihan mulai dari pembuatan, pengemasan, pemasaran abon hingga dendeng ikan bagi kelompok perempuan usaha di desa ketro.

Halaman selanjutnya

Halaman :  1 2 Tampilkan semua