JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Wonogiri

Bahagia Berakhir Sengsara, Ditangkap Polisi Saat Menikahkan Anak, Begini Akhir Kisah Pelaku Utama Komplotan Dukun Penggandaan Uang Wonogiri

Dukun pengganda uang
Pelaku utama dukun pengganda uang saat diinterogasi petugas. Dok. Polres Wonogiri

WONOGIRI, JOGLOSEMARNEWS.COM — Akhir kisah pelaku utama komplotan dukun penipu bermodus penggandaan uang Wonogiri ini begitu menyesakkan dada. Bagaimana tidak, dia ditangkap polisi di acara pernikahan anaknya.

Momen pernikahan yang semestinya penuh kebahagiaan itu berakhir kesedihan dan kesengsaraan. Si pelaku utama yang sebelumnya buron diringkus tanpa ada perlawanan apapun.

Komplotan dukun tipu-tipu itu beranggotakan tiga orang. Dua pelaku sebelumnya terlebih dahulu diringkus petugas tanpa perlawanan.

Pelaku yang ditangkap terakhir ini merupakan dalang dari aksi tipu-tipu bermodus dukun penggandaan uang tersebut. Dialah yang mengatur strategi penggandaan uang yang memakan korban warga Batam itu.

Kapolres Wonogiri AKBP Dydit Dwi Susanto melalui Kasihumas AKP Suwondo didampingi Kasubsi Penmas Aipda Iwan Sumarsono, Rabu (10/11/2021) mengatakan, pelaku utama berinisial SI alias AG (51). Pelaku yang merupakan dalang aksi itu adalah warga Desa Wonorejo, Kecamatan Gondangrejo, Karanganyar, Jateng.

Baca Juga :  Ini 6 Obyek Wisata Paling Eksotis di Wonogiri, Nomor 4 Jadi Primadona

“Tim Resmob Polres Wonogiri yang dipimpin oleh Ipda Reza Firmansyah mendapatkan informasi bahwa pelaku SI akan mengantar anaknya ijab kobul di Klaten pada Sabtu tanggal 6 November 2021. Akhirnya pelaku diamankan di acara resepsi anaknya di Kuncen, Kecamatan Delanggu, Klaten,” beber dia.

Dari tangan pelaku petugas mengamankan sejumlah barang bukti. Di antaranya KTP atas nama pelaku, uang tunai Rp1.900.000,00, kartu ATM BCA, dan dompet warna hitam.

“Setelah dilakukan interogasi awal, pelaku telah mengakui perbuatan penipuan penggelapan yang dilakukannya,” ujar dia.

Sebelumnya diwartakan dua orang yang merupakan warga Karanganyar dan Solo harus mendekam di jeruji tahanan Mapolres Wonogiri. Ini menyusul perbuatan mereka sendiri yang melanggar hukum.

Baca Juga :  Begini Skenario PTM Full 100 Persen SMA di Wonogiri, Disdik Jateng Rekomendasikan Siswa Dibagi 2 Shift

Keduanya melakukan aksi penipuan. Modusnya menjanjikan bisa menggandakan uang. Bukan main-main, mereka mengaku bisa menggandakan uang hingga lima kali lipat.

Akibat aksi mereka satu orang menjadi korban. Uang yang sudah disetorkan tidak juga berlipat justru berkurang banyak.

Padahal korban sudah menyetorkan uang dalam jumlah besar. Yakni mencapai angka Rp100 juta. Saat bungkusan yang dijanjikan berisi uang yang digandakan dibuka, ternyata hanya berisi uang senilai Rp400 ribu dan potongan kertas merah muda seukuran uang kertas seratus ribuan.

Halaman selanjutnya

Halaman :  1 2 Tampilkan semua