JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Wonogiri

Boleh Gelar Hajatan Pernikahan di Wonogiri Tapi Tak Boleh Pakai Hiburan Seperti Campursari, Kalau Nekat Harus Siap-siap Menerima Sanksi Seperti ini

Hiburan
Petugas mendatangi acara hajatan pernikahan di Kecamatan Jatipurno Wonogiri. Dok. Polres Wonogiri

WONOGIRI, JOGLOSEMARNEWS.COM
Saat ini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wonogiri telah memberikan lampu hijau alias membolehkan warganya untuk menggelar resepsi pernikahan. Awalnya warga dilarang menggelar resepsi, yang boleh kala itu adalah acara ijab kabul itupun dilaksanakan di KUA setempat.

Dilonggarkan aturan itu mengingat semakin terkendalinya laju kasus COVID-19. Kasus terus menurun dan saat ini Wonogiri bersama daerah lain di aglomerasi Surakarta masuk level 2 PPKM. Daerah tersebut adalah Sukoharjo, Solo, Karanganyar, Sragen, Boyolali, dan Klaten.

Baca Juga :  Kecelakaan di Dokeso Desa Kerjo Lor Ngadirojo Wonogiri, Honda Vario Serempetan dengan Motor Beat, Begini Kondisi Korban

Soal diperbolehkannya acara hajatan tertuang dalam Instruksi Bupati (Inbup) Wonogiri Nomor 15 Tahun 2021. Secara singkat, pada intinya warga diperkenankan menggelar hajatan dengan sejumlah persyaratan.

Syarat-syarat itu meliputi capaian vaksinasi di tiap-tiap desa minimal 75 persen dalam aglomerasi kecamatan. Selain itu tidak menggunakan hiburan, jumlah tamu undangan maksimal 50 persen.

Baca Juga :  Begini Skenario PTM Full 100 Persen SMA di Wonogiri, Disdik Jateng Rekomendasikan Siswa Dibagi 2 Shift

Juga tidak ada jamuan di tempat seperti prasmanan. Sebagai gantinya untuk hidangan tamu dikemas dalam boks.

Warga diminta patuh terhadap aturan tersebut. Jangan sekali-kali melanggarnya. Pasalnya dipastikan petugas akan mendatangi dan berkahir dengan tindakan tegas.

Sebagaimana terjadi di Kecamatan Jatipurno, Wonogiri. Dimana hiburan campursari dalam acara resepsi pernikahan salah satu warga dibubarkan pada Kamis (11/11/2021).

Halaman selanjutnya

Halaman :  1 2 Tampilkan semua