JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Galian C Ilegal di Sragen Merajalela, Komisi III DPRD Desak DLH dan DPUPR Berani Tegas. Penambangan di Kedawung Langsung Ditutup Sebelum Disidak

Tim komisi III DPRD Sragen saat melakukan sidak di lokasi tambang galian C di Wonorejo, Kedawung, Rabu (24/11/2021). Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM Komisi III DPRD Sragen mendesak dinas terkait untuk menindak tegas aktivitas penambangan galian C ilegal yang ditengarai marak di sejumlah wilayah.

Pasalnya selain merugikan Pemkab, aktivitas tambang ilegal itu juga dinilai berpotensi merusak lingkungan dan banyak dikeluhkan masyarakat.

Hal itu dilontarkan setelah tim Komisi III menggelar inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi galian C di Desa Wonorejo, Kecamatan Kedawung, Rabu (24/11/2021).

Sidak dipimpin oleh Ketua Komisi III, Sugiyarto bersama jajaran anggota di antaranya Joko Setiyawan, Wahyu Dwi Setyaningrum, Joko Supriyanto, Amin dan Suyanto.

Di lokasi tambang tersebut, Komisi III mendapati aktivitas penambangan yang sudah berhenti. Padahal pagi harinya masih beroperasi.

Di pintu masuk menuju areal penambangan juga terpampang papan peringatan dari Satpol PP bahwa lokasi tambang ditutup karena belum berijin.

Baca Juga :  Kecelakaan Maut Dinihari di Gemolong, Pemotor Muda Tewas Mengenaskan Usai Gasak Pondasi
Lokasi tambang galian C di Wonorejo. Foto/Wardoyo

Kepada wartawan, Ketua Komisi III, Sugiyarto mengatakan sidak digelar menindaklanjuti keluhan dari warga sekitar yang terganggu kehadiran tambang galian C tersebut.

Sementara dari hasil pengecekan, pengelola tambang baru mengantongi izin online dari OSS namun belum mengantongi izin eksplorasi hingga analisa mengenai dampak lingkungan (AMDAL).

“Tahun lalu sudah sempat berhenti mungkin ngurus izin. Lha ini sudah sebulan tahu-tahu kok mulai lagi. Padahal saya klarifikasi ke pengelola baru ada izin OSS. Izin eksplorasi dari ESDM belum ada, makanya saya minta untuk galian ini dihentikan. Apalagi banyak warga sekitar mengeluh jalanan berdebu dan licin kalau hujan. Kendaraan berat yang keluar masuk juga mengganggu,” paparnya di lokasi tambang.

Baca Juga :  Trenyuh Lihat 31 Anak di Sragen Pengidap HIV/AIDS, Bupati: Ada Beasiswa, Yang Bercita-Cita Jadi Dokter Insya Allah Bisa!

Kajian AMDAL dan RTRW

Legislator asal PDIP itu menyebut bahwa lokasi yang ditambang tersebut sebenarnya juga masuk zona hijau.

Atas temuan itu, ia pun mendesak Dinas PUPR dan dinas lingkungan hidup (DLH) serta Satpol PP berani tegas menindak dan menghentikan aktivitas penambangan yang nyata-nyata belum berizin.

Terlebih, dari sekitar belasan tambang galian C yang beroperasi di Sragen, yang berizin resmi hanya enam titik.

Tindakan tegas diperlukan untuk mencegah kerusakan lingkungan, menjaga lahan produktif hingga menyelamatkan potensi pendapatan daerah dari retribusi.

Halaman selanjutnya

Halaman :  1 2 Tampilkan semua