JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Indonesia Dorong Upaya Kolektif untuk Percepat Pemulihan Ekonomi Global Secara Inklusif

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto / Istimewa

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM Makin terintegrasinya perekonomian global, keberhasilan penanganan pandemi Covid-19 dan pemulihan ekonomi di suatu negara tidak akan dapat bertahan lama bila tidak diikuti dengan  keberhasilan yang sama di negara-negara lain.

Oleh karena itulah, Indonesia melalui forum G20 mendorong upaya kolektif dunia untuk mewujudkan kebijakan yang dapat mempercepat pemulihan ekonomi global secara inklusif.

“Ini adalah momentum untuk menjaga Kawasan Indo Pasifik yang netral karena pertumbuhan ekonominya yang relatif tinggi, dan ini adalah eranya untuk Asia,” papar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto dalam acara Power Lunch CNBC Indonesia bertema Mau Dibawa Ke Mana G20 di Era Presidensi Indonesia? secara virtual, di Jakarta Jumat (19/11/2021).

Dorongan tersebut dilakukan, dalam konteks Indonesia yang secara resmi memegang Presidensi Group of Twenty (G20) tahun 2022. Presidensi G20 tersebut akan berlangsung setahun penuh, mulai dari 1 Desember 2021 hingga KRR G20 November 2022.

Baca Juga :  Kabar Duka Datang dari Ketua MPR Bambang Soesatyo. Mobil yang Ditumpangi Kecelakaan Terbalik di Meikarta

Serah terima presidensi dari Italia (selaku Presidensi G20 2021) kepada Indonesia sudah dilakukan secara langsung pada 31 Oktober 2021 di Roma, Italia.

Dijelaskan Menko Airlangga, Presidensi G20 tahun 2022 nanti mengusung tema Recover Together, Recover Stronger. Melalui tema itu, Indonesia mengajak seluruh dunia untuk bersama-sama mencapai pemulihan yang lebih kuat dan berkelanjutan.

Dijelaskan Menko Airlangga, setelah G20, Indonesia juga akan memimpin ASEAN, sehingga G20 ini adalah waktu yang tepat. Pasalnya, saat ini ASEAN merupakan wilayah cukup tenang dengan pertumbuhan tinggi.

“Semoga Indonesia juga bisa membawa basis filosofi, yaitu konsultasi dan konsensus, konkretnya adalah musyawarah mufakat, dalam forum G20 tersebut,” lanjut Menko Airlangga, seperti dikutip dalam rilisnya ke Joglosemarnews.

Tiga Manfaat Besar

Baca Juga :  Program Kartu Prakerja Berperan dalam Meningkatkan Ekonomi Daerah

Menko Airlangga mengungkapkan, sedikitnya terdapat tiga manfaat besar bagi Indonesia dengan menjadi Presidensi G20, yakni manfaat ekonomi, pembangunan sosial dan manfaat politik.

Dari aspek ini, beberapa manfaat langsung yang diproyeksikan dapat tercapai dengan menjadi Presidensi G20 (terutama jika pertemuan dilaksanakan secara fisik) antara lain adalah peningkatkan konsumsi domestik hingga Rp 1,7 triliun, penambahan PDB nasional hingga Rp 7,4 triliun, dan pelibatan UMKM dan penyerapan tenaga kerja sekitar 33 ribu di berbagai sektor.

Sehingga secara agregat, diperkirakan manfaat ekonominya dapat mencapai 1,5 – 2 kali lebih besar dari pelaksanaan IMF-WBG Annual Meetings 2018 di Bali, karena pelaksanaan pertemuan G20 tahun depan yang direncanakan sejumlah 150 pertemuan dan side events selama 12 bulan.

Halaman selanjutnya

Halaman :  1 2 Tampilkan semua