JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Ketua PP Muhammadiyah: Pinjol Masih Boleh, dengan Catatan…

pinjaman online
Ilustrasi pinjaman online / pexels

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM Majelis Ulama Indonesia (MUI) baru saja menetapkan bahwa pinjaman online (Pinjol) dalam praktiknya masuk kategori haram.

Hal itu dihasilkan melalui penetapan Ijtima Ulama Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) ketujuh tentang hukum pinjaman online.

Akan tetapi, PP Muhammadiyah memiliki pandangaan yang sedikit berbeda soal itu.

Ketua PP Muhammadiyah, Anwar Abas menyebut, menurut Muhammadiyah, pinjaman online dianggap haram bila transaksinya memakai sistem riba atau ribawi.

Baca Juga :  Survei Terbaru: Sandiaga Nyodok ke Atas di Bawah Anies. Prabowo  Mulai Ditinggalkan?

Riba dalam hal ini, menurut Anwar, adalah mengambil tambahan harta pokok atau modal secara batil.

“Praktik ribawi itu diutak-atik bagaimana pun tetap akan menimbulkan kemafsadatan karena menentang Sunnatullah atau hukum alam. Hukum alamnya orang kalau berusaha ada tiga kemungkinan yang akan dia hadapi, yaitu untung, rugi atau pulang pokok,” ujar Anwar, Sabtu (13/11/2021).

Baca Juga :  Menko Airlagga: Pemerintah Berkomitmen Dukung Penggunaan Teknologi Ramah Lingkungan

Adapun orang yang membungakan uang, kata Anwar, hanya mengenal untung. Mereka tidak mengenal opsi rugi atau pulang pokok. Karena itu, sikap tersebut tidak sesuai dengan hukum alam.

Halaman selanjutnya

Halaman :  1 2 Tampilkan semua