JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Larangan Mudik Natal Tahun Baru Jadi Mimpi Buruk Bagi Agen Bus di Sragen. Baru Mau Bangkit Eh Dihantam Lagi

Sebuah Bus AKAP saat datang ke Terminal Pilangsari Sragen. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Sejumlah agen bus antar kota antar provinsi (AKAP) di Sragen mengaku ketar-ketir dengan rencana penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM Level 3 yang melarang mudik Natal dan Tahun Baru.

Kebijakan larangan mudik saat libur natal tahun baru nanti dikhawatirkan akan menurunkan omzet penumpang.

Padahal saat ini tren penumpang bus AKAP mulai meningkat seiring pelonggaran PPKM level 2.

Kekhawatiran itu disampaikan sejumlah pengelola agen tiket bus di Terminal Pilangsari Sragen.

Petugas agen tiket Perusahaan Otobus (PO) Harum Prima dan Arsyad Niaga Trans, Joko (50) mengatakan saat ini, angka penumpang sebenarnya sudah mulai naik sejak PPKM level 2 dan pelonggaran moda transportasi.

Baca Juga :  Di Sragen Sehari 3 Warga Gantung Diri, di Brebes Seorang Kakek Juga Bunuh Diri Karena Tekanan Ekonomi

Ia mencatat sebulan lalu, sudah ada 87 penumpang Arsyad Niaga Trans dan 100-an penumpang Harum Prima dari Terminal Bus Pilangsari Sragen.

Peningkatan itu terjadi sejak Covid-19 mereka di Jawa dan pelonggaran PPKM. Namun kebangkitan itu agaknya harus terhenti dengan rencana pemerintah menaikkan ke level 3 PPKM pada Libur Natal dan Tahun Baru nanti.

“Harusnya libur akhir tahun dan tahun baru penumpang makin naik, tapi malah mudik dilarang. Kami khawatir adanya PPKM Level 3 akan membuat situasi atau jumlah penumpang tidak pasti,” terangnya.

Joko hanya berharap usaha yang dijalankan lancar pada akhir tahun nanti.
Ketua Paguyuban Komunitas Terminal Bus Pilangsari Sragen, Suparno, mengatakan kondisi penjualan tiket bus sebenarnya sudah mulai meningkat sejak dua bulan terakhir.

Baca Juga :  6 Sapi di Sragen Positif PMK, Disnakkan Tegaskan Belum Akan Tutup Pasar Hewan!

Meski beum memulihkan perusahaan bus yang terdampak pandemi, setidaknya peningkatan penumpang sedikit memberi angin segar akan kelangsungan bisnis transportasi.

Menurutnya, adanya pelonggaran PPKM dari level empat ke level dua dan satu berpengaruh besar terhadap tren kenaikan jumlah penumpang.

Namun, kebijakan pengetatan aturan mobilitas akhir tahun akan menjadi pukulan berat bagi pelaku transportasi darat.

Menurut dia, jumlah penumpang pada momen libur Lebaran dan Natal biasanya sama banyak.

“Harapannya jangan ada pembatasan yang ketat supaya pelaku transportasi darat bisa bertahan. Masa ibarat sudah mau bangkit, ini mau dihantam lagi,” tuturnya. Wardoyo

Bagi Halaman