JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Menko Airlangga Terus Dorong Peningkatan Kualitas Program Kartu Prakerja

Airlangga Hartarto / Istimewa

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian terus mendorong peningkatan kualitas program Kartu Prakerja dan mengembangkan ekosistem Prakerja yang dalam aktualisasinya melibatkan pihak swasta, termasuk perbankan dan perusahaan layanan keuangan digital sebagai mitra pembayaran.

Program Kartu Prakerja memang mendapat perhatian dari pemerintah, lantaran perannya yang tidak kecil dalam membantu ekonomi masyarakat melalui pemberdayaan terhadap sumber daya manusia (SDM) yang ada.

“Program Kartu Prakerja terbukti turut membantu para pelaku usaha maupun calon pelaku usaha untuk meningkatkan kompetensinya,” ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto saat menjadi  keynote speech pada webinar Obsession Media Group UMKM Summit 2021 bertema PPKM Outlook 2022, Pasca – PPKM dan Peluang 2022, Sabtu (6/11/2021).

Baca Juga :  Densus 88 Tangkap Anggota MUI, Mahfud MD: Sudah Lama Dibuntuti

Hasil survei menunjukkan, mayoritas penerima Kartu Prakerja mengatakan bahwa pelatihan tersebut telah mendorong kewirausahaan dan insentif Kartu Prakerja digunakan untuk modal usaha.

Bahkan 17 persen penerima Kartu Prakerja yang sebelumnya menganggur telah berwirausaha. Hal itu  menunjukkan bahwa Kartu Prakerja telah efektif meningkatkan keterampilan menjadi wirausaha.

Selain itu, perbankan juga telah turut serta memberikan dukungan dalam pemulihan ekonomi pada masa pandemi ini, diantaranya dengan memberikan dukungan program restrukturisasi kredit/pembiayaan yang dapat dinikmati oleh dunia usaha termasuk UMKM.

Berbagai studi menyatakan bahwa potensi ekonomi digital Indonesia masih terbuka lebar. Hal itu didukung oleh sejumlah faktor, di antaranya yakni total penduduk yang terbesar ke-4 di dunia, dengan jumlah penduduk usia produktif mencapai 191 juta atau 70,7 persen.

Baca Juga :  Menko Airlangga Hartarto: Artificial Intelligence Bantu Pulihkan Ekonomi Pasca Pandemi Covid-19

Dari sisi digital user, jumlah pengguna ponsel Indonesia saat ini mencapai 345,3 juta atau 125,6 persen dari populasi dengan penetrasi internet sebesar 73,7 persen dan trafik internet yang mengalami peningkatan 15-20 persen.

“Untuk mengoptimalkan potensi ekonomi digital yang kita miliki, diperlukan orkestrasi berbagai inisiatif dan kebijakan melalui penyiapan framework terkait pengembangan ekonomi digital,” lanjut Menko Airlangga, seperti dikutip dalam rilisnya ke Joglosemarnews.

Melalui upaya pengembangan ekonomi digital, Menko Airlangga berharap dapat diciptakan banyak terobosan dan inovasi yang mampu menjangkau dan melibatkan semua sektor dan pelaku/penggerak perekonomian nasional, termasuk UMKM.

Halaman selanjutnya

Halaman :  1 2 Tampilkan semua