JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Anggota Komisi VIII DPRRI, Paryono, Prakarsai Pilot Project Program Nasional Keserasian Sosial Di Desa Kalijirak, Karanganyar

Anggota Komisi VIII DPR RI, Paryono SH, MH saat memimpin program nasional keserasian sosial di Karanganyar / Foto: Beni Indra

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM Untuk kali pertama di kawasan Soloraya, Desa Kalijirak, Tasikmadu, Karanganyar, Jateng menjadi pilot project program nasional Desa Keserasian Sosial.

Itu adalah program terbaru dari Kementerian Sosial, yang orientasinya pemberdayaan sosial ekonomi desa berbasis potensi asli lokal.

Untuk kali pertama pilot project tersebut diprakarsai oleh Anggota Komisi VIII DPR-RI Paryono SH MH dengan melakukan serangkaian kegiatan di Desa Kalijirak.

Yakni, menginisiasi komitmen bersama seluruh Ormas desa termasuk membangun tugu kerukunan bersama seluruh organisasi beladiri yang ada di Desa tersebut.

Selain itu juga dilakukan Apel Kebangsaan di lapangan desa yang diikuti ratusan komponen desa. Sedangkan untuk infrastruktur dibangun betonisasi jalan desa sepanjang hampir satu kilometer dan pelatihan membuat roti dan kegiatan pemberdayaan UMKM secara riil.

Baca Juga :  Di Desa Jantiharjo, Karanganyar, OJK Gandeng Yayasan Anak Muda Sosialisasikan Bahaya Pinjol Ilegal

“Program Keserasian Sosial ini merupakan program baru di Indonesia yang mana tujuannya adalah pemberdayaan bukan hanya ekonomi tetapi juga pemberdayaan sosial diserasikan dengan demografi desa berbasis potensi lokal,” tandasnya kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , Minggu (7/11/2021).

Menurut Paryono,  program keserasian sosial itu juga ditujukan sebagai upaya harmonisasi desa agar rukun dan bersatu meski banyak perbedaan.

Pasalnya, banyak ditemui perbedaan yang ada di desa berpotensi muncul konflik sosial untuk itu perlu dipersatukan diajak bersama-sama meredam perbedaan menuju sinergi membangun desa.

Baca Juga :  Relawan Tukang Sayur se-Indonesia Bersatu Deklarasikan Dukungan ke Ganjar Pranowo di 58 Kota

Adapun dari sisi ekonomi program tersebut juga menyasar untuk mengangkat potensi lokal dalam hal ini warga yang berjualan makanan diberikan pelatihan membuat roti selama seminggu dengan mentor koki dari hotel. Juga pemberdayaan UMKM lokal desa.

“Dari pelatihan membuat roti tersebut sasarannya warga bisa membuat roti dan dijual di lokal desa serta dibantu marketing dari pemerintah desa sedangkan yang miskin diberikan sembako dan yang UMKM diberdayakan,” ungkapnya.

Pada prinsipnya, lanjut Paryono, program Keserasian desa itu efektif karena menjawab tantangan dan kendala yang terjadi di desa.

Halaman selanjutnya

Halaman :  1 2 Tampilkan semua