JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Nilai Pemenang Ditemukan Bermasalah, Panitia Seleksi Perangkat Desa Padas: Kami Tidak Merekayasa, Kami Takut Video Edaran Bupati!

Sekretaris Panitia Seleksi Perdes Padas, Yusuf Saifudin saat menyampaikan keterangan kepada wartawan. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Tim panitia seleksi penjaringan dan penyaringan perangkat desa di Padas, Kecamatan Tanon, mengklaim tidak ada unsur kesengajaan dalam kasus lolosnya 2 sertifikat tak layak nilai milik peserta ranking 1 di formasi Sekdes, Fathul Jalal.

Mereka bersikukuh hal itu terjadi karena kekurangpahaman panitia dalam memahami Perbup terutama soal penilaian sertifikat kursus untuk nilai prestasi.

“Itu dikarenakan kurangnya pemahaman panitia dalam memahami Perbup. Sehingga kami lalai karena di situ ada tulisan sertifikat dan kursus. Anggapan kami itu masuk (penilaian),” papar Sekretaris Panitia seleksi penjaringan penyaringan Perdes Desa Padas, Yusuf Saifudin kepada wartawan ditemui di balai desa, Selasa (23/11/2021).

Baca Juga :  Perhatian, Perayaan Natal di Sragen Diwajibkan Sederhana. Bupati: Tak Ada Perayaan Tahun Baru, Alun-alun Harus Steril!

Yusuf mengatakan ternyata setelah muncul aduan dan dilakukan verifikasi oleh tim pencari fakta yang dibentuk kecamatan, ternyata ada dua sertifikat milik Fathul yang tidak masuk kriteria.

Menurutnya, sebelumnya panitia hanya melihat bahwa sertifikat bahasa Arab dan Bahasa Inggris milik Fathul bisa dinilai karena dianggap termasuk kursus.

“Bahkan kami memberikan bukti dari pemilik yang mengeluarkan sertifikat itu, buktinya ada semuanya,” kata dia.

Baca Juga :  Terlalu Nikung, Pemotor Scoopy Gasak Pondasi Rumah dan Tewas Mengenaskan di Kragilan Gemolong

Meski demikian, panitia mengakui hal itu sebagai kelalaian dan murni karena kekurangpahaman.

Ia menyebut tidak ada unsur kesengajaan sama sekali dari panitia untuk meloloskan dua sertifikat bermasalah milik Fathul.

“Kami juga tidak merekayasa, kami panitia sejak awal hanya berangan-angan bahwa kami harus netral. Bekerja sesuai dengan Perbup. Karena kami juga takut video edaran bupati yang seperti itu, kami ini jadi panitia hanya untuk pengabdian masyarakat,” terang Yusuf.

Halaman selanjutnya

Halaman :  1 2 Tampilkan semua