JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Penjaringan Perdes di Desa Padas Tanon Memanas, Peserta Rame-rame Lancarkan Protes. Nilai Peserta Terpilih Mencurigakan, Prestasi Dedikasi Tidak Transparan!

Peserta seleksi Perdes di Padas, Tanon, Sragen saat mengungkapkan indikasi kejanggalan dalam proses penjaringan dan penilaian, Jumat (19/11/2021). Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Seleksi perangkat desa di Desa Padas, Kecamatan Tanon, Sragen diwarnai protes. Para peserta yang gagal mencurigai ada indikasi ketidakwajaran dalam proses penilaian dan nilai ujian peserta terpilih.

Proses penilaian prestasi dari konversi piagam atau sertifikat dirasakan tidak transparan. Selain itu nilai ujian CAT dari peserta terpilih dirasakan terlalu fantastis karena hampir mendekati sempurna.

Nilai ujian tiga peserta terpilih yang semuanya kompak di atas 90, juga memunculkan kecurigaan karena ada yang hanya lulusan sekolah menengah.

Sementara peserta dengan ijazah lebih tinggi nilainya tak ada separuhnya. Indikasi kecurangan itu disampaikan beberapa peserta sesaat usai pengumuman, Jumat (19/11/2021).

Sekadar tahu, seleksi Perdes di Padas menyediakan 3 formasi yakni Sekdes, Kadus dan Kasi Kesra. Total peserta yang mendaftar ada 22 orang.

Baca Juga :  Menohok, Presiden Sindir Ada Aparat Sowan Pimpinan Ormas yang Sering Bikin Keributan. Polisi Diminta Jangan Gadaikan Wibawa Tapi Bantu Kaum Lemah!

Salah satu peserta, Muhammad Ahyani Mursyid menilai ada indikasi ketidakberesan dalam penilaian. Penilaian keabsahan sertifikat kursus salah satu peserta yang dinyatakan terpilih, menurutnya sarat kejanggalan.

Selain itu panitia tidak pernah memberikan penjelasan dan hasil pengecekan keabsahan sertifikat peserta tak pernah disosialisasikan.

”Dari awal sertifikat apa saja yang diakui, terus nilai prestasi dan dedikasi apa saja, itu tidak pernah ada sosialisasi atau diberitahukan ke peserta. Lalu sertifikat misalnya komputer, apakah pernah dicek keabsahannya, benar dari tempat kursus atau tidak, apakah hanya dilihat dari legalisir saja, semua tidak pernah disampaikan. Jadi tidak ada transparansi sama sekali,” paparnya kepada wartawan.

Mursyid mendaftar di formasi Sekdes. Dari rekapitulasi nilai dia menduduki peringkat kedua. Dia mendapat nilai tertulis 45,5, komputer 14, prestasi 4 dengan total nilai 63.50.

Baca Juga :  Siang Patroli Sambil Jalan, Malamnya Malah Jadi Maling. Ini Penampakannya Saat Dikeler ke Polres Sragen

Sementara peserta terpilih FJ, mendapat nilai ujian fantastis 46.00, komputer 12.00, prestasi 5.00 dan dedikasi 1,33. Total nilainya 64,33.

Keluhan serupa juga disampaikan oleh Umi Sholikah (31) salah satu peserta yang gagal. Ia juga menilai selama proses penilaian hingga pengumuman, semua terkesan kurang transparan.

“Menurut saya kurang transparan, penilaian dedikasinya pun sangat beda sekali. Masak saya sama Mas Mursyid S1, nilai dedikasinya bisa lebih rendah dari yang lulusan sama SMA gitu,” bebernya.

Penilaian Sertifikat Tertutup

Senada, Joni Baskoro, peserta seleksi Kasi Kesra juga menyoroti proses penilaian yang terkesan janggal dan tidak transparan. Di formasi ini, ada 10 peserta yang melamar.

Halaman selanjutnya

Halaman :  1 2 Tampilkan semua