JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Wonogiri

RSUD Dokter Soediran Mangun Sumarso Wonogiri Kini Terapkan Aplikasi PeduliLindungi, Mau Masuk Scan Barcode Dulu ya Slur Jangan Asal Mbludus

RSUD Wonogiri
Pegawai RSUD Dokter Soediran Mangun Sumarso Wonogiri melaksanakan salat gaib atas gugurnya nakes gegara COVID-19. Joglosemarnews.com/Aris Arianto
   

WONOGIRI, JOGLOSEMARNEWS.COM — Instansi pemerintahan di Wonogiri kini mulai menerapkan aplikasi PeduliLindungi. Kendati baru tahap ujicoba, protokolnya harus diikuti semua pihak yang berkepentingan.

Salah satu instansi yang melakukan ujicoba aplikasi PeduliLindungi adalah RSUD Wonogiri. Tepatnya RSUD Dokter Soediran Mangun Sumarso (RSUD SMS) Kabupaten Wonogiri.

Ujicoba penerapan dimulai awal November 2021 ini, Senin (1/11/2021). Semua yang berkepentingan tanpa terkecuali termasuk pegawai dan pasien wajib scan barcode sebelum masuk ke RSUD plat merah itu.

“Jadi seluruh orang yang mempunyai kepentingan, melakukan scan barcode sebelum memasuki area rumah sakit,” beber Direktur RSUD Dokter Soediran Mangun Sumarso, Adhi Dharma melalui Wakil Direktur Pelayanan dan Penunjang Medik, Pitut Kristiyanta Nugraha.

Dia menyebutkan pihak-pihak yang berkepentingan tersebut. Meliputi pegawai, keluarga pendamping pasien hingga kerabat yang akan menjenguk pasien wajib scan di titik-titik barcode yang disediakan.

Baca Juga :  Manfaat Makan Kacang Mete untuk Kesehatan, dari Jaga BB hingga Baik untuk Jantung

“Memang dalam pelaksanaan pertama ada kendala-kendala, mudah-mudahan besok bisa terurai,” sebut Pitut.

Mantan Kepala Puskesmas Wonogiri 1 itu kemudian menerangkan,
kendala-kendala yang ditemui yakni pada server. Menurutnya di jam-jam pagi seluruh Indonesia menggunakan aplikasi ini. Traffic yang tinggi itu membuat server sedikit bermasalah.

Selain itu, kendala umum juga ditemui. Banyak pengunjung yang belum menginstal aplikasi tersebut di ponsel mereka masing-masing.

Solusi dari kendala itu disiagakan petugas di tiap-tiap titik check-in yang disediakan untuk membantu pengunjung. Lebih jauh, ia menjelaskan bahwa ada lima titik barcode yang dipasang, yakni di Lobi Utama, IGD, Instalasi Rawat Jalan, Bangsal Amarilis dan fasilitas Hemodialisa Seluruh pegawai rumah sakit pun juga diwajibkan mensosialisasikan uji coba penerapan aplikasi PeduliLindungi tersebut.

Baca Juga :  Mau Uang 136 Juta? Syaratnya Harus Bernama Gendon dari Semarang, Bukan Uang Negara loh

“Nanti di tanggal 12 November sudah kita launching, secara umum sudah baik,” jelas dia.

Nantinya akan ada empat kriteria usai pengunjung melakukan scan barcode, yakni hijau, kuning, merah dan hitam.
Hijau artinya sudah rampung vaksin atau sudah dua kali, untuk kriteria kuning vaksin satu kali dan merah belum sama sekali melakukan vaksinasi. Sedangkan untuk hitam, artinya dalam kondisi positif Covid-19 atau terindikasi kontak erat dengan pasien.

Khusus untuk kriteria merah, kata dia, pihaknya juga telah menyiapkan vaksin. Jadi, pengunjung dengan kriteria merah langsung bisa vaksin disana.

Meskipun begitu, kata Pitut, bukan berarti masyarakat yang belum melakukan vaksinasi bisa langsung mendapatkan vaksin di sana.
Stok vaksin yang tersedia khusus untuk pengunjung yang akan masuk ke rumah sakit dan kriteria merah. Aris

  • Pantau berita terbaru dari GOOGLE NEWS
  • Kontak Informasi Joglosemarnews.com:
  • Redaksi :redaksi@joglosemarnews.com
  • Kontak : joglosemarnews.com@gmail.com