JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Sudah Tengak Tengok, 3 Investor Kakap Batal Tanam Investasi di Bumiaji Gondang Sragen. Salah Satunya Keluarga Presiden Jokowi Loh!

Kades Bumiaji, Budiyono. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Tiga investor dikabarkan balik kanan alias batal menanam investasinya di wilayah Desa Bumiaji, Kecamatan Gondang, Sragen.

Kondisi sarana infrastruktur utamanya jalan dan jembatan penghubung yang ada di desa itu dinilai kurang mendukung. Hal itulah yang diduga membuat para pemodal memutuskan untuk mengurungkan niatnya berinvestasi.

Padahal, satu di antara tiga investor itu disebut masih kerabat Presiden RI, Joko Widodo. Hal itu diungkapkan Kades Bumiaji, Budiyono.

“Kemarin ada beberapa investor sudah masuk dan melihat-lihat ke lapangan. Tapi begitu melihat kondisi infrastruktur akhirnya balik kanan semua tiga-tiganya,” paparnya kepada JOGLOSEMARNEWS.COM saat ditemui di Kecamatan Gondang.

Baca Juga :  Beli Paket Obat dari Shopee Seharga Rp 998.000, Pemuda asal Sragen Ditangkap Polisi. Terancam Hukuman 15 Tahun Penjara

Budi menguraikan tiga investor itu sebenarnya diperkirakan investor kelas besar. Pertama, investor yang datang dikabarkan dari keluarga Presiden Jokowi.

Namun setelah melakukan survei ke lapangan, kemudian belum ada kejelasan lagi. Padahal utusan dari keluarga Presiden itu sudah tiga kali melalukan survei di lokasi yang akan dibidik untuk investasi.

“Sampai sekarang nggak ada kejelasan. Kemudian ada lagi investor datang dari perusahaan apa kami belum tahu. Yang bawa dari Sragen, begitu melihat kondisinya memang lahannya dirasa terlalu tinggi tarifnya. Lalu juga masalah infrastruktur, akhirnya juga balik kanan,” terangnya.

Baca Juga :  Larangan Mudik Natal Tahun Baru Jadi Mimpi Buruk Bagi Agen Bus di Sragen. Baru Mau Bangkit Eh Dihantam Lagi

Yang terakhir datang adalah investor dari Bandung. Sempat tengak tengok dan cek lokasi, investor itu juga urung menanamkan investnya karena merasa dukungan infrastruktur kurang memadai.

“Ada juga investor dari peternak yang mau kesitu. Tapi ya itu tadi, kendalanya
yang dikeluhkan rata- rata akses jalan,” jelas Budiyono.

Halaman selanjutnya

Halaman :  1 2 Tampilkan semua