JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Solo

Suksesi Pura Mangkunegaran: Bhre dan Paundra Menguat, Roy Rahajasa Bisa Jadi Jalan Tengah dan Alternatif

GPH Paundrakarna Jiwa Suryanegara (kiri atas), KGPAA Mangkunegara IX GPH Bhre Cakrahutomo Wira Sudjiwo (kiri bawah) dan KRMH Roy Rahajasa Yamin (kanan). Istimewa

SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM — Isu suksesi di Praja Pura Mangkunegaran terus bergaung di masyarakat. Setidaknya sudah ada tiga nama yang muncul ke permukaan yang digadang-gadang menjadi penerus KGPA Mangkunegara IX.

Ketiga nama tersebut adalah putra KGPAA Mangkunegara IX GPH Bhre Cakrahutomo Wira Sudjiwo dan GPH Paundrakarna Jiwa Suryanegara, serta cucu Adipati Mangkunegara VIII yakni KRMH Roy Rahajasa Yamin.

Ketiganya adalah trah keturunan dari Mangkunegara dan kesemuanya memiliki peluang untuk tampil sebagai Adipati Mangkunegara. Bhre dan Paundra adalah keturunan langsung dari almarhum Kanjeng Mangkunegara IX, sedangkan Roy adalah cucu dari Kanjeng Mangkunegara VIII.

Baca Juga :  Jawara Nasional, 33.170 Pengendara di Jawa Tengah Terjaring Tilang ETLE Hanya Kurun 12 Hari. Paling Banyak Ternyata Kota Solo!

Bhre Cakrahutama dan Paundrakarna disebut-sebut memiliki peluang yang besar dan menguat mengingat keduanya adalah keturunan langsung dari Almarhum Mangkunegara IX. Sedangkan Roy Rahajasa meski juga keturunan langsung trah Mangkunegara, tetapi yang bersangkutan berasal dari keturunan dari Mangkunegara VIII.

Namun justru Roy Rahajasa bisa menjadi calon alternatif dan jalan tengah dalam situasi seperti sekarang ini. Pasalnya, jika kubu Bhre dan Paundra masing-masing tetap sulit disatukan maka Rahajasa bisa menjadi jalan tengahnya.

Baca Juga :  Buntut Dugaan Kasus Penelantaran Mafia Tanah Tak Kunjung Diproses, Peradilan LP3HI Gugat Praperadilan Polresta Solo

Demikian diungkapkan oleh pengamat sejarah Raden Surojo mengomentari peluang dari sosok pemimpin Pura Mangkunegaran saat ini. “Bhre dan Paundra punya peluang yang kuat, tapi Roy juga bisa menjadi calon. Bahkan dalam posisi ini Roy malah bisa menjadi calon jalan tengah dan sosok alternatif,” ungkapnya usai diskusi publik ‘Menyoal Suksesi di Pura Mangkunegaran. Wahyu Keprabon untuk Siapa?, Jumat (26/11/2021).

Halaman selanjutnya »

Halaman :  1 2 Tampilkan semua