JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Terbongkar, 2 Sertifikat Peserta Ranking 1 di Seleksi Perangkat Desa Padas Tanon Ternyata Tak Penuhi Syarat. Yang Satu Hanya Tes 2 Jam, Satunya Sertifikat Mapel di SMA

Penyampaian hasil verifikasi sertifikat dan penilaian prestasi yang dinilai mencurigakan dari hasil tim verifikasi di hadapan panitia dan peserta seleksi Perdes Desa Padas, Tanon, Sragen, Selasa (23/11/2021). Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Kasus indikasi kecurigaan penilaian prestasi terhadap salah satu peserta peraih nilai tertinggi seleksi pengisian perangkat desa di Padas, Kecamatan Tanon, Sragen akhirnya menemui titik terang.

Hasil verifikasi tim independen pencari fakta yang dibentuk kecamatan menemukan ada dua sertifikat kursus milik peraih ranking 1 di formasi Sekdes, Fathul Jalal, ternyata tidak memenuhi syarat.

Sehingga dua sertifikat yang sempat masuk nilai itu langsung dinyatakan tidak terpakai alias dicoret.

Fakta itu terungkap dari laporan tim verifikasi kepada panitia pengisian perangkat desa di balai desa Padas, Selasa (23/11/2021).

Penyampaian hasil verifikasi dilakukan tertutup dengan dihadiri Camat Tanon, Kasipem, Kabag Pemerintahan Setda Sragen dan Kades Padas.

Salah satu anggota tim verifikasi atau tim pencari fakta, Mustofa Kamaludin mengatakan tim sudah melalukan penelusuran secara maraton untuk mengecek keabsahan 4 sertifikat milik peserta peraih ranking pertama formasi Sekdes, Fathul Jalal.

Baca Juga :  Nilai Ujian CAT Tak Dimunculkan, Seleksi Penjaringan Perangkat Desa di Karangasem Tanon Diwarnai Protes. Peserta Pertanyakan Validitas Nilai

Dari penelusuran yang dilakukan dua hari terakhir, mendapati 2 dari 4 sertifikat itu tidak memenuhi syarat untuk dinilai.

Sertifikat yang tidak memenuhi syarat itu adalah sertifikat tes TOEFL dari American English Course (AEC) Gemolong dan sertifikat bahasa Arab dari SMA MTA Solo.

Mustofa Kamaludin. Foto/Wardoyo

Sementara dua sertifikat lainnya dinyatakan tetap memenuhi syarat. Yakni sertifikat kursus komputer di LPIKOM dan sertifikat kursus akuntansi di Alfa Center Sragen.

Dari dua lembaga yang menerbitkan sertifikat membenarkan yang bersangkutan mengikuti kursus dan didukung daftar hadir.

“Tapi kalau sertifikat kursus AEC di Gemolong ternyata di sana tidak ada buku induk dan tidak ada absensi. Saudara Fathul Jalal di situ hanya ikut tes TOEFL dari pukul 17.00.WIB sampai 19.00 WIB atau hanya dua jam. Pimpinan lembaga AEC juga menegaskan bahwa sertifikat itu bukan kursus tapi hanya ikut tes TOEFL,” ujarnya seusai penyampaian hasil verifikasi ke panitia.

Baca Juga :  Innalillahi, 35 Ibu Hamil di Sragen Meninggal Saat Melahirkan. Kasusnya Meroket 350 %, 25 Kematian Dipicu Positif Covid-19

Sementara, sertifikat bahasa Arab dari SMA MTA milik Fathul juga dinyatakan tidak termasuk sertifikat kursus.

Menurut Kepala sekolah tersebut, yang bersangkutan memang menempuh studi di SMA MTA namun untuk piagam bahasa arab itu tidak masuk kursus karena itu menjadi salah satu mata pelajaran di situ.

Hasil verifikasi itu juga disampaikan di hadapan kedua peserta baik pelapor, Muhammad Ahyani Mursyid dan peserta pemenang yang diprotes, Fathul Jalal.

Atas temuan itu, akhirnya diputuskan untuk memenuhi rasa keadilan, nantinya tim akan memverifikasi sertifikat milik 6 peserta lain di formasi Sekdes. Termasuk sertifikat milik Mursyid.

“Nanti sertifikat yang 6 peserta akan diperiksa oleh tim verifikasi jilid kedua. Timnya sama yakni terdiri dari panitia, unsur BPD dan Kasipem. Hasilnya nanti akan digodok akan diverifikasi kemudian nilai-nilainya akan diumumkan lagi,” terangnya.

Halaman selanjutnya

Halaman :  1 2 Tampilkan semua