JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Tersandung OTT, Andang dan Sumardi Dilengser dari Formas Sragen. Pengurus Tetap Siapkan Pendampingan hingga Penangguhan Penahanan

Jajaran pengurus LSM Formas saat memberikan keterangan pers ke wartawan, Rabu (10/11/2021). Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Kasus operasi tangkap tangan (OTT) yang menimpa Ketua LSM Forum Masyarakat Sragen (Formas), Andang Basuki dan anggota Badan Harian, Sumardi, Senin (8/11/2021), membuat LSM tersebut langsung melakukan perombakan internal.

Jajaran pendiri dan pengurus resmi memberhentikan Andang dan Sumardi dari posisinya di LSM Formas. Selanjutnya, mereka menunjuk Sugito sebagai Ketua LSM Formas yang baru menggantikan Andang dan Kristanto sebagai sekretaris.

Suksesi itu disampaikan melalui pers rilis kepada wartawan di Sekretariat Formas di Jetis, Sragen, Rabu (10/11/2021).

Baca Juga :  Kasus Siswi Tak Berjilbab Dibully Guru dan Kakak Kelas, Gubernur Jateng: Harus Siap Dicopot, Saya Tegas!

Pemberhentian Andang dan Sumardi diputuskan dalam rapat bersama dari para pendiri, dewan pendiri maupun sejumlah anggota badan harian dan ada beberapa bidang di dalamnya, tadi pagi.

“Dari hasil rapat bersama tadi, memutuskan menunjuk Sugito sebagai Ketua Formas. Dan menunjuk Kristanto sebagai Sekretaris. Kemudian memberhentikan AB dan SM dari Ketua serta Badan Harian Formas,” papar Kristanto, kepada wartawan.

Selain melakukan perombakan, Kristanto menyampaikan Formas juga akan membentuk tim advokasi untuk kasus yang menimpa AB dan SM.

Baca Juga :  Kabar Baik untuk Kades, Usulan Perpanjangan Masa Jabatan Sudah Masuk Prolegnas. Pak Menteri Sebut Jadi 9 Tahun

Tim itu nantinya akan memberikan pendampingan dan melakukan pembelaan selama proses hukum. Termasuk mengajukan penangguhan penahanan terhadap keduanya ke kepolisian.

“Kami sudah menyiapkan permohonan penangguhan penahanan. Termasuk kita akan berikan pendampingan hukum,” jelasnya.

Advokasi akan diberikan karena Formas tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah dalam kasus OTT itu.

Kristanto berkeyakinan operasi tangkap tangan itu ditengarai tidak murni pemerasan tapi lebih ke penyuapan.

Halaman selanjutnya »

Halaman :  1 2 Tampilkan semua
  • Pantau berita terbaru dari GOOGLE NEWS
  • Kontak Informasi Joglosemarnews.com:
  • Redaksi :redaksi@joglosemarnews.com
  • Kontak : joglosemarnews.com@gmail.com