JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Tersandung OTT, Andang dan Sumardi Dilengser dari Formas Sragen. Pengurus Tetap Siapkan Pendampingan hingga Penangguhan Penahanan

Jajaran pengurus LSM Formas saat memberikan keterangan pers ke wartawan, Rabu (10/11/2021). Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Kasus operasi tangkap tangan (OTT) yang menimpa Ketua LSM Forum Masyarakat Sragen (Formas), Andang Basuki dan anggota Badan Harian, Sumardi, Senin (8/11/2021), membuat LSM tersebut langsung melakukan perombakan internal.

Jajaran pendiri dan pengurus resmi memberhentikan Andang dan Sumardi dari posisinya di LSM Formas. Selanjutnya, mereka menunjuk Sugito sebagai Ketua LSM Formas yang baru menggantikan Andang dan Kristanto sebagai sekretaris.

Suksesi itu disampaikan melalui pers rilis kepada wartawan di Sekretariat Formas di Jetis, Sragen, Rabu (10/11/2021).

Baca Juga :  Ending Kasus PTSL Desa Kecik Sragen, 54 Sertifikat Akhirnya Diserahkan Hari Ini, Uang Sisa Jadi Inventaris Desa

Pemberhentian Andang dan Sumardi diputuskan dalam rapat bersama dari para pendiri, dewan pendiri maupun sejumlah anggota badan harian dan ada beberapa bidang di dalamnya, tadi pagi.

“Dari hasil rapat bersama tadi, memutuskan menunjuk Sugito sebagai Ketua Formas. Dan menunjuk Kristanto sebagai Sekretaris. Kemudian memberhentikan AB dan SM dari Ketua serta Badan Harian Formas,” papar Kristanto, kepada wartawan.

Selain melakukan perombakan, Kristanto menyampaikan Formas juga akan membentuk tim advokasi untuk kasus yang menimpa AB dan SM.

Baca Juga :  Ada Ancaman Varian Omicron, Semua PNS di Sragen Diharamkan Libur Cuti Saat Natal Tahun Baru. Bupati: Semua Harus Turun Jaga Jangan Ada Keramaian!"

Tim itu nantinya akan memberikan pendampingan dan melakukan pembelaan selama proses hukum. Termasuk mengajukan penangguhan penahanan terhadap keduanya ke kepolisian.

“Kami sudah menyiapkan permohonan penangguhan penahanan. Termasuk kita akan berikan pendampingan hukum,” jelasnya.

Advokasi akan diberikan karena Formas tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah dalam kasus OTT itu.

Kristanto berkeyakinan operasi tangkap tangan itu ditengarai tidak murni pemerasan tapi lebih ke penyuapan.

Halaman selanjutnya

Halaman :  1 2 Tampilkan semua