JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Awas, Horor Jalur Gabugan- Sumberlawang Sragen Makin Rajin Makan Korban. Dari Pemotor Patah hingga Panther Masuk Lubang Langsung Meletus

Kondisi jalan rusak bergelombang dan berlubang di jalur Gabugan Tanon-Sumberlawang yang kerap memakan korban. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Kondisi jalan raya Sumberlawang- Gabugan hingga kini makin memprihatinkan. Kerusakan dan lubang jalan yang makin lebar membuat jalur alternatif antar kabupaten itu kian membahayakan.

Banyaknya lubang jalan yang lebar dan dalam kini makin sering memicu kecelakaan.

Pantauan JOGLOSEMARNEWS.COM , kerusakan terparah ada di titik Desa Bonagung dan Sumberlawang. Tak kurang dari 2 kilometer jalan di jalur itu kini kondisinya sudah makin parah.

Tak hanya berlubang, kontur jalan juga sudah bergelombang. Di beberapa titik kerusakan yang parah, warga sampai menandai dengan karung pasir dan drum sebagai peringatan bagi pengendara agar berhati-hati.

Baca Juga :  Subhanallah, SMAN 1 Sragen Bangun Masjid Megah Senilai Rp 3,3 Miliar hanya dari Urunan Alumni. Kapasitas 1.000 Jemaah, Ada Campur Tangan Presiden Jokowi Juga

Kerusakan jalan itu dibenarkan Kepala Desa Bonagung, Suwarno. Ia tak menampik kondisi ruas jalan raya Sumberlawang-Tanon di wilayahnya memang sudah rusak dan berlubang.

Bahkan, kondisi lubang yang makin besar dan dalam makin sering memicu kecelakaan.

Selain pemotor terperosok, tak sedikit pengendara mobil yang terselip hingga terguling akibat gagal melewati lubang jalan.

Bahkan dari catatannya kini tiap tiga hari sekali hampir selalu ada kecelakaan di lubang jalan sepanjang Bonagung.

“Sering sekali kecelakaan di lubang itu. Dari truk tronton terguling, terperosok bahkan malam-malam pernah ada mobil Panther dari luar kota, jatuh ke dalam lubang jalan itu. Bannya dua-duanya langsung pecah,” paparnya kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , Kamis (2/12/2021).

Baca Juga :  Momen Langka, Ini Alasan Bos Billy Beras Gelar Perang Legend Bulutangkis Berhadiah Rp 500 Juta di Sragen

Salah satu warga Desa Mojopuro Sumberlawang, Mbah Gombloh (56) jug menyampaikan kerusakan jalan dan munculnya lubang itu memang sudah lama terjadi.

Namun hingga kini, kerusakan tak kunjung diperbaiki. Ironisnya, karena tiap hari banyak dilintasi kendaraan antar provinsi, lubang-lubang yang menganga makin hari makin parah.

Halaman selanjutnya »

Halaman :  1 2 Tampilkan semua