JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Depositonya Rp 3 M Tak Bisa Cair, Mantan Pimpinan DPRD Sragen Nekat Datangi KSP Sejahtera Bersama di Solo. Bersiap Lapor Polisi

Nasabah KSB Sejahtera Bersama Manahan Solo asal Gondang, Sragen, Eko Sudarsono (kanan) saat mendatangi kantor KSB untuk menanyakan nasib depositonya senilai Rp 3 miliar, Senin (6/12/2021). Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Seorang nasabah Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Sejahtera Bersama asal Sragen, Eko Sudarsono (67) mengaku resah setelah depositonya hampir Rp 3 miliar di koperasi itu belum bisa dicairkan.

Mantan anggota DPRD Sragen era 90an itu pun berencana menempuh jalur hukum apabila tidak ada itikad baik dari pihak koperasi untuk mengembalikan depositonya itu.

Hal itu terungkap saat ia mendatangi kantor KSP yang berada di Manahan, Solo itu, Senin (6/12/2021). Kedatangannya sebenarnya ingin bertemu pimpinan atau manajer koperasi terkait nasib depositonya.

Namun ternyata pimpinan KSP bernama Yulia itu tidak ada di kantor. Ia lantas ditemui oleh customer service (CS) depan bernama Sudibyo Harryanto.

“Saya ini mau ambil uang deposito saya sekitar Rp 3 miliar yang ada di koperasi ini. Sudah ngurus 3 kali ini. Hasilnya enggak ada apa-apanya. Saya menduga kantor KSB ini hanya bemper saja. Katanya kantor pusatnya di Bogor. Setiap saya ke sini mau ambil uang, nggak pernah ada. Makanya nanti kalau tidak ada itikad baik untuk mengembalikan uang saya, saya akan lapor ke polisi,” papar Eko di hadapan petugas CS.

Baca Juga :  Perhatian, Operasi Zebra Candi di Sragen Dimulai Hari Ini. Kapolres Ungkap 14 Sasaran Prioritas, Tilang Tidak Diutamakan!

Mantan legislator asal Bumiaji, Gondang, Sragen itu menjelaskan uang Rp 3 miliar itu bukan nilai yang kecil bagi dirinya.

Terlebih uang itu dikumpulkan dari hasil penjualan sawah peninggalan orangtuanya.

Ia mengaku menjadi nasabah KSB itu sejak 2017 atau 3 tahun lalu karena diiming-imingi bunga tinggi oleh rekannya.

Namun ia tak menyangka jika akhirnya justru kondisi keuangan KSB itu ternyata tak beres. Hal itu ia rasakan ketika hendak mengambil deposito dari awal 2020 hingga kini tak pernah bisa direalisasi.

Baca Juga :  Cerita Hari Batik Nasional dari Desa Wisata Batik Kliwonan Sragen. Berjaya Mulai Era SBY, Kini Bangkit Usai 2 Tahun Terhempas

“Itu bukan uang saya sendiri. Itu hasil jual sawah warisan Mbah saya mas. Bagaimana nggak kesal, saya mau ambil uang saya sendiri, dijanjikan sejak Januari 2020 sampai sekarang nggak pernah dipenuhi. Padahal cuma mau ambil Rp 500 juta dulu,” jelasnya.

Selalu Berkelit

Ia mengaku kecewa berat dengan tanggungjawab Ketua Cabang yang memimpin KSB di Solo itu.

Sebab dari dua pimpinan cabang baik yang lama maupun yang saat ini menjabat, sama-sama selalu berkelit apabila didesak untuk mencairkan dana.

Halaman selanjutnya »

Halaman :  1 2 Tampilkan semua
  • Pantau berita terbaru dari GOOGLE NEWS
  • Kontak Informasi Joglosemarnews.com:
  • Redaksi :redaksi@joglosemarnews.com
  • Kontak : joglosemarnews.com@gmail.com