JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Desa Gabus Memanas Lagi, Rumor Warga Terbukti, Semua Calon Pingitan dan Anak Pak Kades Terpilih Sesuai Prediksi. Nilai Ujian dari LPPM UMS Langsung Jadi Sorotan!

Sejumlah peserta seleksi Perdes saat mendatangi Ketua Panitia, Sunar untuk mengklarifikasi sejumlah kecurigaan nilai hasil seleksi, Rabu (8/12/2021) siang. Foto/Wardoyo
   

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Rumor adanya indikasi ketidakberesan dalam seleksi pengisian penjaringan dan penyaringan perangkat di Desa Gabus, Kecamatan Ngrampal, Sragen semakin menguat.

Pasalnya hasil seleksi yang diumumkan hari ini, Rabu (8/12/2021) ternyata sama persis dengan prediksi dan rumor yang berembus di warga sebelum seleksi digelar.

Nama-nama calon terpilih dari 4 formasi ternyata tidak jauh beda dengan rumor yang beredar sebelumnya. Termasuk anak Kades, juga lolos dan terpilih.

“Iya, sama persis. Semua pemenang adalah nama-nama calon pingitan yang sebelumnya beredar sudah dipastikan akan menang. Termasuk anak Pak Kades juga jadi. Ini makin membuktikan kalau ada sesuatu yang tidak beres kemarin benar adanya. Bahwa yang jadi-jadi si A si B dan ternyata hasilnya juga sama. Apalagi kemarin sempat beredar ada nuansa uang,” papar SP, salah satu orangtua peserta sekaligus tokoh Desa Gabus, usai menengok hasil pengumuman, Rabu (8/12/2021).

Pantauan JOGLOSEMARNEWS.COM dari pengumuman yang ditempel di papan balai desa menunjukkan empat calon terpilih itu masing-masing Suranto di formasi Kaur Perencanaan dengan nilai 62,23 mengalahkan 18 peserta.

Di formasi Kebayan I, ranking pertama Nur Cholis dengan nilai 62,1 mengalahkan 10 peserta. Lantas Kebayan II, calon terpilihnya Dwi Joko Priyono dengan nilai 63,8 mengalahkan 6 peserta.

Dan di formasi Kaur Keuangan, anak Pak Kades Mimma Arizhona Darmawan juga melenggang mulus dengan nilai 66,23 mengalahkan 6 peserta.

Terpilihnya 4 nama itu makin memanaskan rumor yang berkembang di warga.

Sejumlah peserta makin mencurigai ada ketidakberesan dalam proses seleksi penjaringan Perdes tersebut. Selain sejak awal sudah beredar calon yang akan diloloskan, tiga calon selain anaknya Kades, ternyata semuanya hanya berijazah SLTA.

Curiga Nilai Ujian dari LPPM UMS

Zaenal Arifin, kerabat dari salah satu pendaftar formasi Kaur Perencanaan mencurigai nilai ujian tertulis keempat pemenang yang dirasa tidak wajar.

Sebab nilai ujian CAT mereka terbilang sangat fantastis, terpaut jauh dari peserta lainnya yang notabene berpendidikan lebih tinggi.

Baca Juga :  Hujan Deras 4 Jam Sore Tadi, Rumah Warga Desa Jati, Sumberlawang dan Tanon Sragen Terendam Banjir

Dari 4 pemenang itu, semua mendapat nilai ujian CAT sangat tinggi yakni 78, 83, 81 dan 82. Padahal dari 4 pemenang, tiga orang hanya lulusan SLTA dan hanya anak Kades yang lulusan D3.

Sementara calon lainnya termasuk yang berijazah sarjana, nilai ujian tertulisnya rata-rata hanya mendapat 30 sampai 40 saja.

Termasuk dua peserta yang berijazah sarjana asal UNS dan lulus cumlaude juga hanya mendapat nilai tertulis 61 dan 78.

“Adik saya daftar di Kaur Perencanaan ranking dua. Dia yang kemarin lulus cumlaude dari UNS ujian tertulisnya hanya dapat 78. Yang menang malah lulusan SMA dan dapat nilai tertulis 79. Komputernya adik saya dapat 16, dia yang lulusan SMA dapat 17,4. Sungguh hebat kan. Padahal adik saya bilang soal tertulisnya cukup sulit, hanya orang jenius yang bisa dapat nilai di atas 80. Dan kalau dilihat nilainya, sepertinya pemenangnya dibuat selisih sedikit lebih unggul. Dari komputernya dan ujian tertulisnya. Saya yakin kalau ujiannya bener dan fair, adik saya pasti lebih baik ,” ujarnya kesal.

Pengumuman hasil seleksi pengisian penjaringan penyaringan perangkat desa Gabus, Ngrampal, Sragen sudah ditempel di papan pengumuman balai desa, Rabu (8/12/2021). Foto/Wardoyo

Zaenal sempat mengklarifikasi kecurigaannya soal nilai ujian tertulis dan komputer itu ke ketua panitia penjaringan, Sunar.

Namun ketua panitia menjawab bahwa nilai CAT dan komputer sepenuhnya kewenangan LPPM UMS.

Panitia hanya sebatas menjalankan tahapan sesuai SOP, memasukkan nilai dari LPPM, penilaian prestasi serta dedikasi untuk dilakukan pembobotan dan perankingan.

“Kalau soal nilai ujian CAT dan komputer, itu kewenangan LPPM UMS. Kemarin sesuai jadwal kita terima nilai dari LPPM sore dan malam kita olah, pagi tadi kita rekap dan diinput sesuai rumus lalu dibuat pembobotan dan perankingan. Tadi hasilnya sudah kita serahkan ke Kades disaksikan Muspika. Lalu lembar pengumumannya kita tempel di papan,” papar Sunar.

Sunar menyampaikan dari 4 peserta ranking pertama, salah satunya anak Pak Kades. Dari ijazahnya, 3 peserta pemenang memang lulusan SLTA dan hanya anaknya Kades yang lulusan D3.

Baca Juga :  Pupuk Subsidi di Sragen Dijual Bebas di Media Sosial Facebook, Politikus Senior Sragen Bambang Widjo Purwanto: Kok Dibiarkan, Apa Peran KP3 Dalam Pengawasan?

Namun perihal indikasi adanya calon pingitan dan nama-nama pemenang yang jadi ternyata sama dengan rumor yang sebelumnya beredar, menurutnya hal itu di luar ranah panitia.

“Kami enggak akan komentar soal isu-isu itu. Tugas panitia hanya menjalankan tahapan sesuai SOP dan ketentuan pelaksanaan yang digariskan dari Pemda. Kalau soal nilai ujian tertulis pemenangnya dianggap sangat tinggi padahal hanya lulusan SLTA, ya itu sudah ranah universitas,” jelasnya.

Sunar menambahkan dari 4 formasi yang dibuka di Gabus, total ada 44 pendaftar. Saat ujian tertulis, ada 2 yang tidak hadir.

Setelah pengumuman, tahapan berikutnya desa mengusulkan ke kecamatan untuk mendapat rekomendasi yang akan dipakai untuk proses pengangkatan dan pelantikan.

“Karena hasil sudah kami serahkan ke desa (Kades) sebenarnya tugas panitia sudah selesai,” ujarnya.

Seleksi Perdes di Gabus memang sempat menuai sorotan tajam. Sebab jauh hari sebelum digelar, sudah beredar nama-nama calon pingitan yang direkomendasi oleh pimpinan desa setempat. Termasuk anak Pak Kades.

Rumor calon pingitan itu juga disertai dengan isu nominal uang hingga ratusan juta. Saat dikonfirmasi Kades Gabus, Sumarwanto menyampaikan memang sudah mendengar ada rumor yang berembus itu.

Namun ia membantahnya dan menegaskan bahwa seleksi Perdes sepenuhnya kewenangan ada di panitia.

Soal anaknya yang ikut maju, ia menyampaikan bahwa seleksi terbuka bagi siapapun yang memenuhi persyaratan, termasuk anaknya yang kebetulan memang ingin ikut mendaftar.

“Lha kan anaknya Kades juga boleh mendaftar. Sejak awal saya sampaikan ke warga siapapun yang ingin mendaftar silakan sepanjang memenuhi persyaratan. Kalau soal rumor uang, memang pernah ada beberapa peserta yang datang ke rumah saya sama orangtuanya, malah menawarkan uang. Tapi saya enggak tanggapi karena kades nggak punya kewenangan,” katanya. Wardoyo

  • Pantau berita terbaru dari GOOGLE NEWS
  • Kontak Informasi Joglosemarnews.com:
  • Redaksi :redaksi@joglosemarnews.com
  • Kontak : joglosemarnews.com@gmail.com