JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Ekonomi Syariah Tetap Eksis Selama Pandemi Covid-19

Menko Airlangga, Wapres Ma'ruf Amin dan sejumlah menteri lain saat melakukan jumpa pers / Istimewa

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM   Selama pandemi Covid-19 berlangsung selama dua tahun ini, ekonomi Syariah ternyata tetap  mampu menunjukkan kinerja yang baik.

Tak bisa dipungkiri, pandemi memang sempat mempengaruhi perkembangan ekonomi Syariah pada 2020. Namun sistem Syariah terbukti efektif meredam dampak pandemi.

Dampak pandemi Covid-19 juga mempengaruhi perkembangan ekonomi syariah Indonesia pada tahun 2020.

Meski begitu, ekonomi syariah mampu menunjukkan kinerja yang baik. Sektor pertanian dan makanan halal menjadi sumber pertumbuhan ekonomi syariah di Indonesia.

Demikian diungkapkan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat  menghadiri Rapat Pleno Perdana Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) di Kantor Wakil Presiden, Selasa (30/11/2021).

Rapat yang dipimpin oleh  Wakil Presiden RI KH Ma’ruf Amin selaku Ketua Harian KNEKS, diharapkan dapat memperkuat sinergi dan koordinasi lintas sektoral sehingga dapat mempercepat pengembangan ekonomi syariah dalam rangka memperkuat ketahanan ekonomi nasional.

Baca Juga :  Bertekad Usung Airlangga Capres 2024, Golkar Siap Berkolaborasi dengan Partai Lain

“Rapat pleno ini dalam rangka menyatukan langkah untuk tercapainya Indonesia sebagai pusat ekonomi dan keuangan syariah dunia,” tutur Wapres Ma’ruf Amin pada konferensi pers yang digelar usai rapat pleno.

Data pada State of the Global Islamic Economy Report 2020-2021 menunjukkan, secara umum ekonomi syariah Indonesia berada pada posisi ke empat, yakni naik 1 peringkat dari laporan tahun 2019/2020.

Dengan total aset keuangan syariah Indonesia mencapai US$99 miliar, Indonesia menjadi negara ke-7 dengan total aset keuangan syariah terbesar di dunia.

Sementara, data pada Islamic Finance Development Report 2020, secara umum nilai Islamic Finance Development Indicator Indonesia berada pada posisi kedua.

Kemudian peringkat kategori halal food Indonesia berada pada posisi 4, fashion di posisi 3, media dan rekreasi di posisi 5, muslim friendly travel di posisi 6,  kosmetik dan farmasi di posisi 6, serta Islamic Finance juga di posisi 6.

Baca Juga :  Airlangga Hartarto Minta Kader Golkar dan Kosgoro Berjuang untuk Rakyat

Namun, apabila melihat share perbankan syariah terhadap perbankan nasional, dapat dikatakan masih relatif rendah.

Pada Juli 2021, share asset perbankan syariah terhadap total asset perbankan hanya 4,41%, share dana pihak ketiga sebesar 4,89%, dan pembiayaan sebesar  4,54%.

“Ekonomi dan keuangan syariah memiliki peran penting di mana kontraksi sektor di tahun 2020 lebih rendah daripada ekonomi nasional, jadi kontraksinya hanya sebesar -1,75% dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi nasional yang sebesar -2,07%,” ungkap Menko Airlangga, sebagaimana dikutip dalam rilisnya ke Joglosemarnews.

Halaman selanjutnya »

Halaman :  1 2 Tampilkan semua