JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Geger Seleksi Perangkat Desa di Sragen Diteror Surat Misterius. Isinya Hujat Perangkat hingga Rektor Universitas, Kata-Katanya Kasar Banget!

Sekdes Sumanto saat menunjukkan selebaran atau surat kaleng menyerang proses seleksi Perdes di Kebonromo. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM Seleksi perangkat desa di Sragen kembali menjadi sorotan. Kali ini di Desa Kebonromo Ngrampal diguncang teror selebaran misterius yang mengungkit soal seleksi Perdes.

Selebaran tanpa identitas pengirim yang jelas itu ditemukan dikirim di meja balai desa setempat, Jumat (24/12/2021) pagi.

Selebaran dalam kertas dengan tulisan hasil cetak komputer itu hanya satu lembar. Isinya mengecam pelaksanaan seleksi Perdes di desa itu.

Selebaran itu ditulis dengan judul Balada Desaku. Isinya hampir semua menghujat dan mengecam panitia, hingga pihak universitas sebagai pihak ketiga pelaksana ujian Perdes yang dinilai tidak obyektif.

Baca Juga :  Raih Perak Sea Games 2022, 2 Atlet Futsal Sragen Disambut Guyuran Bonus. Ketua KONI: Tolong Jangan Dilihat Nominalnya!

Tak hanya menyindir, di beberapa kalimat selebaran itu juga berisi kecaman dengan kata-kata kasar.

Seperti tak tandur pari tukule malah silet teki. Tak tandur bayan tukule malah buajingan. Kemudian ada kalimat menulis oknum perangkat desa telpon rektor minta nilai sebanyak-banyaknya.

Sekdes Kebonromo, Ngrampal, Sumanto mengaku kaget dengan munculnya selebaran semacam surat kaleng itu. Sepengetahuannya surat kaleng itu ditemukan jam 07.00 WIB pagi tadi di atas meja.

“Posisi surat tadi pagi di meja. Ini modelnya kayak surat SE, jam 07.00 WIB yadi kami juga sudah buka tahu-tahu ada ini (selebaran). Kami juga nggak tahu siapa yang membuat dan ini nggak perlu berandai-andai,” paparnya kepada wartawan.

Baca Juga :  Siap-Siap, 72 Kios di Dekat Pasar Nglangon Sragen Ini Bakal Dibongkar Tanpa Ganti Rugi. Padahal Ada yang Dibangun Tingkat

Sumanto yang juga ketua paguyuban perangkat desa (Praja) Sragen itu menyampaikan dari pengamatannya, selebaran itu isinya berusaha menyerang ke pribadi terkait pelaksanaan seleksi Perdes.

Karena tidak ada identitas pengirim dan tidak ada yang bertanggungjawab, ia menilai selebaran itu tak perlu ditanggapi.

Halaman selanjutnya »

Halaman :  1 2 Tampilkan semua