JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Makin Panas, DPRD Sebut Seleksi Perdes Gabus Sragen Berpotensi Cacat Hukum dan Langgar Perbup. Peserta Ungkap Ujian Komputer dari LPPM Hanya Teori Tanpa Ada Praktek

Ketua Komisi I, Thohar Ahmadi (kiri) dan Sekda Tatag Prabawanto (kanan). Foto kolase/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM Komisi I DPRD Sragen mengungkap persoalan baru pada pelaksanaan seleksi perangkat desa (Perdes) Gabus, Kecamatan Ngrampal, Sragen.

Pelaksanaan ujian komputer yang digelar oleh lembaga penelitian dan pengabdian kepada masyarakat (LPPM) dinilai berpotensi melanggar peraturan bupati (Perbup).

Pasalnya, laporan yang diterima pelaksanaan ujian komputer hanya digelar dengan mengerjakan soal teori komputer dasar saja. Padahal di Peraturan Bupati (Perbup) No 12 tahun 2019 tentang Perangkat Desa, disebutkan bahwa ujian untuk formasi Kebayan dan Kasi maupun Kaur meliputi ujian tertulis, ujian komputer dasar dan ujian praktik.

Ketua Komisi I DPRD Sragen, Thohar Ahmadi mengatakan mengacu pada Perbup, pelaksanaan ujian seleksi Perdes memang harusnya meliputi ujian tertulis, ujian komputer teori dasar dan praktik.

Jika ujian komputernya hanya mengerjakan soal-soal teori komputer dasar saja, tanpa ada praktik komputer, maka hal itu jelas melanggar aturan.

Baca Juga :  Derita Orang Tua Siswi SD Korban Perkosaan Massal di Sragen. Sudah Kasusnya Diombang-ambingkan, Masih Diancam Sampai Terpaksa Ngungsi ke Hutan

“Karena aturan di Perbup jelas, yang namanya ujian komputer itu meliputi teori dasar dan praktek. Kalau nggak ada ujian prakteknya kan berarti melanggar aturan dan nggak sesuai Perbup,” paparnya kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , Senin (20/12/2021).

Legislator asal Partai Golkar itu menguraikan dengan tidak adanya ujian praktik, pelaksanaan ujian komputer di seleksi Perdes Gabus itu juga patut dipertanyakan.

Ia menduga hal itu memang ada benang merah dengan kabar yang kencang berembus soal indikasi rekayasa dan calon-calon pingitan yang sudah beredar sebelumnya.

“Kami dari awal sudah curiga ada ketidaksesuaian antara aturan dengan pelaksanaan di lapangan. Kalau nggak ada calon yang dikempit (disiapkan), harusnya ujian komputernya kan sesuai Perbup. Ya ada teori, ya ada praktiknya karena itu sudah otomatis. Kalau kami melihat dari situ sudah condong menunjukkan ada indikasi pengarahan atau pengondisian dan mungkin ada sesuatu yang disembunyikan,” urainya.

Baca Juga :  Terlalu Ngeyel, Kios Bu Sani Akhirnya Dibongkar Paksa oleh Petugas. Simak Deretan Pelanggarannya!

Karena ada ujian praktek yang tidak dilakukan, Thohar memandang pelaksanaan seleksi di Desa Gabus sangat berpotensi cacat hukum dan menyalahi aturan Perbup.

“Karena Perbub itu berbunyi ujian komputer itu ya teori sak praktekke. Kalau terbukti ada yang tidak sesuai kan berarti cacat pelaksanaan dan berisiko melanggar aturan,” tandasnya.

Meliputi Teori dan Praktek

Senada, Sekda Sragen, Tatag Prabawanto menyampaikan dalam Perbup memang digariskan bahwa ujian seleksi perangkat desa memang meliputi ujian tertulis, ujian komputer dan praktek.

Untuk ujian komputer, harusnya memang meliputi ujian teori dan praktik komputer dasar.

“Ujian komputer ya mestinya ujian teori dan praktik. Makanya dari awal kami sampaikan pedomani aturan dan Perbup saja,” tandanya.

Halaman selanjutnya »

Halaman :  1 2 Tampilkan semua