JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Ratu Bandar Sabu Asal Sambirejo Sragen Ditangkap Polda Jateng. Polisi Sita Uang Tunai Rp 1 Miliar dan Aset Rumah Hingga Mobil Senilai Rp 3 Miliar

Ratu Bandar Sabu Asal Sambirejo Sragen, FSR saat diamankan di Polda Jateng, Rabu (29/12/2021). Foto/Wardoyo

SEMARANG, JOGLOSEMARNEWS.COM – Direktorat Narkoba Polda Jawa Tengah membongkar jaringan narkoba skala besar dengan salah satu pelaku diketahui berasal dari Sragen.

Ironisnya pelaku yang dibekuk itu diketahui adalah seorang wanita berinisial FSR.

Wanita muda asal Kecamatan Sambirejo, Sragen itu dibekuk karena menjalankan bisnis menampung hasil penjualan narkoba skala besar.

Tak main-main, dari peredaran narkoba yang digawangi oleh FSR bersama pacarnya, polisi menyita uang tunai dan aset senilai hampir Rp 4 miliar.

FSR kini sudah diamankan di Polda Jateng dan dijerat dengan pasal tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang diduga hasil penjualan narkoba.

Baca Juga :  Mengenal Mouser, Senjata Berburu Babi yang Efeknya Tak Main-Main. AKBP Hendri Sebut Sekali Tembak Bisa Pecah

Hal tersebut terungkap saat digelar konferensi pers di Polda Jateng yang dipimpin langsung oleh Kapolda Irjen Pol Ahmad Luthfi, Rabu (29/12/2021).

Konferensi pers dihadiri para pejabat utama, perwakilan BCA Kanwil Jateng, Kejaksaan Tinggi Semarang, dan Kemenkumham Jateng.

Kapolda menyampaikan dari sindikat ini, polisi mengamankan seorang pelaku berinisial FSR, warga Sambirejo, Kabupaten Sragen.

Selain mengamankan pelaku, petugas juga mengamankan sejumlah barang bukti uang tunai sebesar 1 milyar rupiah dan sejumlah mobil, motor dan rumah senilai total Rp 4 miliar.

Kapolda menerangkan bahwa seluruh barang bukti yang diamankan merupakan hasil dari tindak pidana pencucian uang (money laundering) yang dilakukan oleh seorang narapidana kasus narkoba berinisial JW.

Baca Juga :  Pelurunya Nyasar Tembus Paha Petani, Pemburu Babi Hutan di Banjarnegara Ditangkap Polisi. Terancam 5 Tahun Penjara

“Jadi JW ini ditangkap oleh BNN pada tahun 2014 atas bukti kepemilikan sabu seberat 1 kilo dan telah menjalani hukuman dengan vonis 11 tahun. Namun sejak tahun 2017 sampai 2021 yang bersangkutan mengendalikan peredaran narkoba di Jawa Tengah dari dalam lapas,” ujar Kapolda kepada wartawan.

Diresnarkoba Polda Jateng, Kombes Pol Lutfi Martadian, menjelaskan terungkapnya kasus ini berawal dari tertangkapnya seorang berinisial TW atas kepemilikan sabu seberat 18 gram di sebuah hotel di Kabupaten Karanganyar pada 22 Maret lalu.

Halaman selanjutnya »

Halaman :  1 2 Tampilkan semua