JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Selisih Hanya Nol Koma, Peserta Seleksi Perangkat Desa di Mondokan Sragen Layangkan Keberatan. Tuntut Dokumen Sertifikat Diverifikasi Ulang

Ade Frengki Susanto, calon ranking 2 di Seleksi Perdes Tempelrejo tampak tertunduk lesu karena kalah tipis dari calok luar desa. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Seorang peserta seleksi perangkat desa di Desa Tempelrejo, Kecamatan Mondokan, Sragen, Ade Frengki Susanto menyatakan keberatan dengan hasil seleksi yang diumumkan panitia.

Pasalnya ia merasa dipecundangi oleh calon dari luar desa, Eko Rumekso yang dinyatakan terpilih padahal notabene belum memiliki pengabdian di desa tersebut di.

Terlebih, selisih nilainya dengan calon terpilih asal Desa Gemantar itu sangat tipis hanya 0,9.

Frengki pun melayangkan keberatan dan meminta panitia membuka dokumen sertifikat semua peserta untuk diverifikasi ulang.

Frengki mendaftar di formasi Kaur Perencanaan yang menjadi satu-satunya formasi yang dibuka di Desa Tempelrejo. Seleksi diikuti empat peserta dan hasilnya sudah diumumkan Rabu (8/12/2021) lalu.

Dari pengumuman itu, Eko Rumekso menduduki ranking 1 dengan total nilai 65.00. Ia mendapat skor 42 pada ujian tertulis, 18 untuk komputer, dan 5 pada prestasi dan dedikasi 0.

Baca Juga :  Sapu Bersih Piala Bupati Sragen, Harga Bonsai Sancang Diprediksi Langsung Meroket di Atas Rp 1 Miliar, Wow..

Sedangkan Ade Frengki menduduki peringat kedua hanya selisih 0,9 dengan total nilai 64,1. Rinciannya 40,5 untuk nilai ujian tertulis, 16,6 untuk nilai komputer, prestasi 3 dan dedikasi 4.

“Kami terus terang kecewa. Karena yang jadi bukan asli orang sini. Padahal anak saya sudah putra daerah, banyak pengabdian dari BPD, Ketua KPPS, nilai ujiannya juga sudah 81,83. Yang menang katanya punya sertifikat komputer dan bahasa Inggris. Makanya kami minta agar sertifikat itu dibuka dan diverifikasi biar jelas. Apakah memenuhi syarat atau tidak,” ujar orangtua Frengki, RI.

Sementara, Frengki menyampaikan dirinya sedikit kecewa dengan hasil seleksi. Sebab ia merasa nilainya sudah tinggi dan maksimal.

Baca Juga :  Derita Orang Tua Siswi SD Korban Perkosaan Massal di Sragen. Sudah Kasusnya Diombang-ambingkan, Masih Diancam Sampai Terpaksa Ngungsi ke Hutan

Saat ujian tertulis, komputernya juga mendadak sempat error sekitar satu menit. Dengan selisih sangat tipis, ia berharap panitia bisa memfasilitasi membuka dan memverifikasi dua sertifikat milik peserta peraih ranking 1.

“Katanya dia (peserta pemenang) ngumpulkan 2 sertifikat. Kemarin memang sempat diumumkan dan semua peserta diundang, tapi saya minta agar sertifikat itu bisa dibuka dan diverifikasi secara terbuka. Karena pada saat penyampaian awal hanya disebutkan tidak ditunjukkan,” jelasnya.

Sudah Konsultasi Dinas

Dikonfirmasi, Wakil Ketua Panitia Penjaringan Penyaringan Perdes Tempelrejo, Sarjono mengatakan untuk nilai prestasi dan sertifikat sejak awal sudah dijelaskan sebelum ujian pihak ketiga.

Halaman selanjutnya »

Halaman :  1 2 Tampilkan semua