JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Bupati Karanganyar Sentil Banyak Pengembang Perumahan Tak Tertib Aturan Penyerahan. BPN Sebut Sudah Rampungkan 1.025 Bidang Aset Fasik Fasos

Bupati Karanganyar, Juliyatmono. Foto/Wardoyo
   

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM Bupati Karanganyar, Juliyatmono menyoroti perilaku kepatuhan para pengembang perumahan untuk memenuhi kewajiban terkait fasilitas umum dan sosial (Fasum Fasos).

Salah satunya soal rendahnya kepatuhan pengembang perumahan dalam merampungkan kewajibannya ke pemerintah.

Dalam hal ini menyerahkan fasum fasos berikut keabsahan dokumennya. Sebab ia menilai banyak pengembang perumahan yang tidak mengurus penyerahan Fasum Fasos sehingga akhirnya terkesan ditelantarkan.

“Perlu lebih didorong tertib administrasi pertanahan. Setelah menjual perumahan, fasum fasos juga diurus. Jangan seakan ditelantarkan. Kita bertahun-tahun mengejar pengembang agar mengurus administrasi fasum fasos,” paparnya kepada wartawan di sela penyerahan sertifikat Fasum Fasos oleh BPN kemarin.

Baca Juga :  Alumni SMPN 1 Wonogiri  1983 Gelar Reuni Dolan Bareng ke Tawangmangu

Data di Kantor BPN/ATR Karanganyar mengklaim sudah menyelesaikan penyertifikatan 1.025 aset fasilitas umum dan sosial (fasum fasos) kawasan permukiman.

Kepala Kantor ATR/BPN Karanganyar, Anton Jumantoro mengatakan ribuan aset tersebut awalnya masih bergabung di bidang lahan milik pengembang perumahan.

Setelah perumahan terjual, pengembang berkewajiban menyerahkan fasum dan fasos ke pemerintah setempat untuk keperluan lingkungan.

Namun dalam perjalanannya, tidak banyak pengembang patuh. Selama bertahun-tahun, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) menagih penyerahan aset itu dari pengembang perumahan.

Adapun sertifikat fasum fasos yang diterima Pemkab ini belum seluruhnya dari eksisting.

Baca Juga :  Kwarcab Karanganyar Gelar Pemilihan Duta Pramuka 2024

“Yang kami selesaikan sertifikat ini adalah yang disampaikan DPUPR di 2021. Misalnya ada pengajuan lagi, akan kita garap di tahun depan. Fasum fasos itu berupa bangunan, jalan kampung, jembatan, saluran air, tanah kosong dan sebagainya,” katanya.

Beberapa waktu lalu kantornya telah menyerahkan 26 sertifikat fasum fasos. Sehingga totalnya 1.048 sertifikat. Berdasarkan pemetaan DPUPR, sebenarnya terdapat 2.200 bidang fasum fasos yang memerlukan penyertifikatan BPN.

Sisanya akan dikerjakan di tahun depan. Ia mengatakan fasum fasos itu berada di permukiman wilayah Colomadu, Jaten, Gondangrejo dan Karanganyar Kota. Wardoyo

  • Pantau berita terbaru dari GOOGLE NEWS
  • Kontak Informasi Joglosemarnews.com:
  • Redaksi :redaksi@joglosemarnews.com
  • Kontak : joglosemarnews.com@gmail.com